JADIKAN DIRIMU, OLEH DIRIMU SENDIRI!!!

1 Nov 2024

FTP Server Configuration with Debian 12 Server


System Administrasi| FTP Server Configuration with Debian 12


a. Tujuan Pembelajaran
    Tujuan pembelajaran yang dilaksanakan di praktik ini antara lain sebagai berikut:
  1. Mengetahui apa itu FTP Server?
  2. Mempelajari cara melakukan konfigurasi FTP Server dengan Debian 12
b. Materi Pembelajaran
    Server FTP (File Transfer Protocol) adalah sistem yang memfasilitasi transfer file antar komputer melalui jaringan, biasanya menggunakan protokol FTP. Ini memungkinkan pengguna untuk mengunggah, mengunduh, dan mengelola file dari jarak jauh, menawarkan cara untuk berbagi data antar sistem dalam jaringan atau melalui internet. FTP beroperasi dalam model client-server, di mana klien terhubung ke server untuk mengakses file yang tersimpan di dalamnya. Meskipun merupakan salah satu metode transfer file lama, FTP tetap berguna untuk tugas-tugas seperti manajemen situs web, distribusi file besar, atau pencadangan jarak jauh. Namun, FTP standar tidak memiliki enkripsi, sehingga alternatif aman seperti FTPS atau SFTP sering kali lebih disukai untuk data sensitif.

c. Persiapan Pembelajaran
    Dalam mempelajari pembahasan materi Konfigurasi FTP Server dengan Server Debian 12 pada VMware membutuhkan beberapa persiapan untuk memahami materi tersebut, persiapan yang dilakukan untuk memahami pembelajaran tersebut adalah desain topologi. Desain topologi yang digunakan pada materi ini yang akan digunakan adalah sebagai berikut:

    Dalam mempelajari pembahasan materi tentang FTP Server pada debian 12 membutuhkan beberapa persiapan untuk memahami materi tersebut, seperti alat dan bahan yang dibutuhkan.
  1. PC/Laptop,
  2. File ISO Debian 12 dan Win7,
  3. VMWare Workstation PRO 17 atau Virtual Box.
  4. Pastikan server sudah memiliki konfigurasi DNS Server.
    Kemudian siapkan jaringan internet, hal ini perlu dilakukan agar pengunduhan dan instalasi sistem operasi berjalan dengan lancar.

d. Konfigurasi
1. Langkah pertama remote server menggunakan aplikasi PuTTY, kemudian kita masukan Host Name dengan IP Address pada Debian Server, lalu pilih Port 22 yang merupakan port dari SSH, Pilih tipe connection SSH (Secure Shell). Jika sudah klik Open. 

2. Ketika PuTTY memberi kita Peringatan Keamanan, kita dapat memilih Accept untuk melanjutkan remote server.

3. Masuk ke server, lalu masuk ke mode Superior dengan memasukkan perintah su.

4. Kemudian perbarui daftar paket pada server yang kita miliki dengan perintah apt update.

5. Langkah selanjutnya u
bah direktori menjadi /etc/bind untuk mengedit file domain, sehingga kita dapat menambahkan subdomain baru untuk File Transfer Protocol. Bagaimana caranya?
  • Kita dapat merubah direktori tersebut dengan memasukkan perintah cd /etc/bind 
  • Sebelum membuka file domain kita harus melihat apa nama file domain yang telah kita konfigurasikan sebelumnya dengan memasukkan perintah ls.
  • Setelah kita mengetahuinya, kita dapat membuka file domain (db.domain) dengan memasukkan perintah nano db.domain

6. Berikutnya adalah Edit file dan menambahkan subdomain baru di domain lokal untuk FTP. Bagaimana caranya?
  • Untuk menambahkan subdomain baru untuk FTP kita bisa menggunakan format sebagai berikut: ftp IN A 192.168.100.40 (IP Address Server),
  • Baris ini membuat A Record (IPv4) untuk subdomain ftp pada syahmad.com, yang mengarahkannya ke IP Address Server. Ini berarti bahwa jika seseorang mencoba mengakses ftp.syahmad.com, maka akan diarahkan ke IP Address internal 192.168.100.40

  • Setelah selesai mengeditnya, klik pada keybord Ctrl + x > y > Enter, untuk menyimpan perubahan

8. Kemudian jangan lupa untuk menambahkan nameserver dengan IP Address Server, Bagimana caranya?
  • Untuk menambahkan nameserver kita bisa menggunakan perintah nano /etc/resolv.conf
  • Edit file tersebut dengan menambahkan nameserver baru dengan IP Address yang dimiliki Server,
  • Setelah selesai mengeditnya, klik pada keybord Ctrl + x > y > Enter, untuk menyimpan perubahan

9. Selanjutnya kita harus me-restart BIND9 atau DNS Server dan juga melihat status indikator pada DNS Server yang sebelumnya telah dikonfigurasikan. Bagaimana caranya?
  • Untuk melakukan restart pada BIND9 kita dapat menggunakan perintah systemctl restart bind9,
  • Kemudian untuk melihat status indikator kita bisa menggunakab perintah systemctl status bind9.
  • Pastikan BIND9 atau DNS Server mempunyai status indikator Active (running).

10. Langkah selanjutnya kita perlu menguji apakah subdomain ftp sudah dapat dijangkau atau berfungsi dengan baik atau tidak.
  • Untuk melakukan uji coba apakah subdomain FTP bekerja dengan baik atau tidak kita bisa menggunakan perintah ping ftp.syahmad.com (ping ftp.nama domain yang telah dibuat sebelumnya),
  •  Pastikan trafik berhasil masuk ke  IP Address server kita. 


11. Setelah kita melakukan konfigurasi pada subdomain ftp, selanjutnya kita lakukan Install aplikasi atau paket FTP Server.  Bagaimana caranya?
  • Untuk menginstall aplikasi atau paket FTP Server kita bisa menggunakan perintah apt install proftpd,
  • ProFTPD (Professional FTP Daemon) adalah open-source FTP server software yang digunakan untuk mentransfer file melalui jaringan menggunakan FTP (File Transfer Protocol). Ini adalah salah satu server FTP yang paling populer untuk sistem seperti Unix, termasuk Linux, karena fleksibilitasnya, kemudahan konfigurasi, dan dukungan untuk berbagai fitur,
  • Ketik Y untuk melanjutkan proses penginstallan, kemudian tunggu prosesnya hingga selesai.

12. Langkah selanjutnya kita perlu menambahkan satu direktori atau folder baru sebagai lokasi file FTP, misalnya disini kita tambahkan pada direktori /home. Bagaimana caranya?
  • Ubah direktori ke /home dengan perintah cd /home,
  • Kemudian periksa daftar direktori atau file yang ada di dalamnya dengan memasukkan perintah ls,

  • Setelah itu, kita dapat membuat file FTP dengan memasukkan perintah mkdir fileftp (nama file yang akan dibuat),

  • Pastikan direktori tersebut telah dibuat dengan memasukkan perintah ls -al untuk melihat detail seperti izin file, pemilik, grup, ukuran file, dan waktu modifikasi terakhir.


13. Kemudian ubah izin akses terhadap file/direktori sehingga dapat diubah dan dapat diedit. Bagaimana caranya?
  • Untuk dapat mengubah izin akses file/direktori yang baru saja dibuat kita bisa memasukkan perintah chmod 777 fileftp/
  • Perintah chmod 777 (kependekan dari change mode) digunakan untuk mengatur izin hak akses penuh (read, write, dan execute) untuk pemilik, grup, dan pengguna lain terhadap suatu file atau direktori.

  • Setelah mengubah kepemilikan file/direktori, untuk memastikan file tersebut sudah diubah izin aksesnya kita bisa masukkan perintah ls -al

  • Lalu pastikan file yang kita ubah izin aksesnya, mempunyai representasi izin akses penuh pada direktori tersebut yaitu dengan tanda drwxrwxrwx.



14. Langkah berikutnya adalah mengubah direktori menjadi /etc/proftpd dan mengedit file konfigurasi proftpd.conf.

  • Backup terlebih dahulu file konfigurasi sebelum mengeditnya. Untuk membackup file proftpd.conf, salin file tersebut ke dalam nama file baru, misalnya proftpd.conf.backup.


15. Selanjutnya edit pada bagian DefaultRoot untuk menambahkan jalur lokasi berkas FTP (/home/fileftp). 

  • Arahan DefaultRoot dalam berkas konfigurasi proftpd.conf digunakan untuk mengontrol direktori root yang dibatasi oleh pengguna FTP ketika mereka masuk ke server FTP Fitur ini sering digunakan untuk menerapkan penjara root, yang membatasi pengguna pada direktori tertentu sehingga mereka tidak dapat mengakses bagian lain dari sistem berkas.
  • Setelah selesai mengedit, simpan perubahan dengan menekan kombinasi tombol berikut pada keyboard: CTRL+X > Y > ENTER


16. Kemudian masukkan perintah exit dua kali untuk keluar dari sesi saat ini.
  • Setelah keluar dari sesi, masuk ke mode Superior dengan mengetikkan perintah: su -l . Perintah ini akan membawa Anda ke mode login shell sebagai pengguna root, memastikan Anda memiliki hak akses penuh tanpa berada di direktori tertentu.
  • Tambahkan pengguna baru yang akan digunakan untuk mengakses file FTP dengan perintah: adduser [nama user] . Gantilah [nama_user] dengan nama pengguna yang diinginkan. Perintah ini akan membuat akun pengguna baru sekaligus direktori home untuk pengguna tersebut.



17. Selanjutnya adalah ubah direktori menjadi /etc/proftpd. Setelah itu kita akan lakukan pengubahan direktori home pengguna yang telah dibuat sebelumnya agar dapat mengakses file di lokasi FTP, bagaimana caranya?

  • Gunakan perintah berikut untuk masuk ke direktori konfigurasi ProFTPD: cd /etc/proftpd
  • Kemudian atur akses pengguna ke file FTP. Gunakan perintah berikut untuk mengubah direktori home pengguna yang telah dibuat sebelumnya agar dapat mengakses file di lokasi FTP: usermod -d /home/fileftp/ [nama_user] . Gantilah [nama user] dengan nama pengguna yang telah dibuat (contoh: syahmad).


18. Setelah semua konfigurasi selesai, restart ProFTPD atau FTP Server dengan memasukkan perintah /etc/init.d/proftpd restart. Selanjutnya, kita dapat mengecek status FTP Server dengan memasukkan perintah systemctl status proftpd. FTP Server bekerja dengan melihat statusnya, aktif atau tidak. Jika tidak aktif, itu pasti karena konfigurasinya salah.


19. Terakhir, kita perlu memastikan bahwa klien mendapatkan Alamat IP dari Server DHCP.


e. Hasil Konfigurasi

Setelah proses konfigurasi selesai, kita bisa mengeceknya dengan memeriksanya dengan perintah ping dan perintah make a directory dari Command Prompt atau File Explorer. Untuk yang terakhir, periksa dari browser.

  • PING

Lakukan perintah ping dengan Command Prompt dari client. Perintah ping adalah utilitas jaringan yang banyak digunakan untuk menguji daya jangkau host (komputer atau perangkat) pada jaringan, serta mengukur waktu pulang-pergi untuk pesan yang dikirim dari host asal ke komputer tujuan. Perintah ini biasanya digunakan untuk memecahkan masalah konektivitas jaringan dan dapat memberikan informasi diagnostik yang penting tentang kinerja jaringan.


  • Membuat Direktori dari Command Prompt

Kita dapat mengakses FTP kita dengan memasukkan perintah ftp ftp.syahmad.com. Kemudian kita dapat mengaksesnya dengan login dengan user yang telah dibuat. Seperti yang bisa kita lihat, ketika kita mengeceknya dengan memasukkan perintah ls, belum ada file atau direktori. Jadi, kita dapat membuatnya dengan memasukkan perintah mkdir tescli (nama file yang ingin kita buat). Kemudian kita bisa keluar dari FTP dengan memasukkan perintah bye.


  • Membuat Direktori dari File Explorer

Kita dapat mengakses FTP kita dengan memasukkan perintah ftp://ftp.syahmad.com/ pada bagian alamat atau path. Selanjutnya, kita perlu melakukan login agar dapat mengakses FTP kita. Login ke dalam FTP Server dengan menggunakan user yang telah dibuat. Setelah memasukkan user, klik Log On


Seperti yang bisa kita lihat, ada sebuah direktori yang telah dibuat ketika kita mengujinya dengan menggunakan Command Prompt. Kita dapat menambahkan yang baru dengan cara klik kanan pada dashboard>New>Folder kemudian beri nama direktori atau folder baru.

  • Mengakses FTP Server dari Browser

Terakhir, kita dapat mengakses FTP Server dari browser. Akses dengan memasukkan perintah ftp://ftp.syahmad.com pada omnibox browser. Selanjutnya, kita perlu login agar dapat mengakses FTP kita. Login ke FTP Server dengan menggunakan user yang telah dibuat. Setelah memasukkan user, klik Log On.


Ketika kita membuka FTP Server dari browser, kita hanya dapat mengunduh direktori atau folder, dan file yang ada di dalamnya. Jadi, kita tidak dapat mengupload file ke FTP Server dari browser. Kita hanya bisa melakukannya dari Command Prompt atau File Explorer.