Web Server Configuration with Debian 12 Server
System Administrasi | Web Server Configuration with Debian 12
a. Tujuan Pembelajaran
Tujuan Pembelajaran yang dilaksanakan di praktik ini antara lain sebagai berikut:
- Mengetahui apa itu Web Server?
- Mempelajari cara melakukan konfigurasi Web Server Apache dan NGINX.
Jika berbicara secara detail, maka WEB Server memiliki peranan penting dalam memproses berbagai data dimiinta oleh client (web browser). Kemudiian ia memberikan hasil atau jawaban berupa halaman website yang pada umumnya berformat HTML. Secara umum, web server memiliki tiga fungsi utama, yaitu:
- Membersihkan berbagai cache yang terdapat pada penyimpanan serta semua dokumen yang tidak lagi terpakai lagi.
- Melakukan pemeriksaan terhadap sistem security yang berasal dari permintaan HTTP berdasarkan request dari client atau web browser.
- Menyediakan data berdasarkan request atau permintaan yang masuk agar dapat menjamin keamanan sistem yang berjalan.
- Apache
- Apache Tomcat
- Microsoft Windows Server
- NginX
- Zeus
- Sun Java System
1. Langkah pertama remote server menggunakan aplikasi PuTTY, kemudian kita masukan Host Name dengan IP Address pada Debian Server, lalu pilih Port 22 yang merupakan port dari SSH, Pilih tipe connection SSH (Secure Shell). Jika sudah klik Open.
3. Login menggunakan username dan masukan password. Kemudian masukan perintah “su” untuk masuk ke mode Superior, Masukan password root.
Konfigurasi Web Server Apache2

*Jika muncul sebuah pesan Do you want to continue? ketik y untuk melanjutkan instalasi paket apache2.
10. Disini, kita akan melakukan percobaan konfigurasi untuk mengubah lokasi direktori root dari apache2. Direktori root adalah folder utama tempat file website disimpan dan diakses saat pengguna membuka halaman. Secara default, direktori root ini berada di /var/www/html. Nah, di sini kita akan melakukan percobaan mengatur direktori root ke lokasi /home/shodik.
Untuk itu, kita perlu membuat direktori shodik di /home. Setelah itu, pindahkan file index.html dari /var/www/html ke /home/shodik menggunakan perintah mv. Setelah file html dipindahkan, kita akan mengubah pemilik direktori dan memberikan izin akses agar bisa diakses oleh web server. Berikut adalah perintah-perintah yang digunakan untuk langkah-langkah tersebut:
# Memindahkan File Html Dari /var/www/html ke /home/shodik:
# Merubah Pemilik menjadi www-data:
# Memberikan izin akses:
*Perintah chown -R digunakan untuk mengubah kepemilikan direktori dan isinya. Dalam hal ini, kita mengatur agar direktori /home/fai dimiliki oleh user dan grup www-data, yaitu user yang digunakan oleh apache2 untuk melayani konten web. Opsi -R (rekursif) memastikan semua file dan subdirektori di dalamnya juga akan mendapatkan kepemilikan yang sama.
*Perintah chmod -R 755 mengatur izin akses direktori. Izin 755 berarti:
Pemilik direktori (www-data) memiliki izin penuh untuk membaca, menulis, dan mengeksekusi. Opsi -R memastikan izin diterapkan ke semua file dan subdirektori di dalam direktori tersebut.
11. Jika ingin mengubah tampilan website, buka file index.html menggunakan nano editor, lalu sesuaikan isinya sesuai keinginan. Dengan mengedit file ini, kita bisa mengatur teks, gambar, atau elemen lain yang akan ditampilkan pada halaman utama website.
12. Selanjutnya, kita akan menyalin virtual host default untuk dijadikan sebagai virtual host baru. Untuk melakukannya, masuk ke direktori /etc/apache2/sites-available menggunakan perintah cd. Setelah itu, Lakukan Salinan pada virtual host default menjadi virtual host baru menggunakan perintah cp:
13. Selanjutnya kita akan membuka virtual host salinan baru menggunakan editor nano, Untuk membukanya kita dapat menggunakan perintah berikut:
14. Kemudian pada bagian ServerName, ubah isinya menjadi alamat IP server. Atau, jika sudah memiliki domain, kita bisa memasukkan nama domain tersebut di sini.
ServerName disini berfungsi untuk memberi tahu Apache2 alamat IP atau nama domain yang akan digunakan untuk mengakses website, sehingga server ini nantinya dapat menanggapi permintaan dengan benar. Nah pada bagian Document Root arahkan ke direktori root yang sudah kita buat sebelumnya yaitu /home/shodik/.
15. Setelah itu, tambahkan baris berikut di bagian akhir file untuk memberi izin akses pada direktori root yang sudah kita buat sebelumnya.
<Directory /home/shodik/> #Menentukan direktori /home/shodik/ yang akan diterapkan konfigurasi ini.
Options Indexes FollowSymlinks #Menginzinkan server untuk menampilkan daftar isi (index) dari direktori dan mengikuti simbolis link.
AllowOverride All #Memungkinkan file .htaccess didalam direktori ini untuk menggantikan konfigurasi default.
Require all granted #Memberikan akses penuh ke semua pengguna untuk mengakses direktori /home/shodik/
16. Selanjutnya, kita akan menonaktifkan virtual host default dan akan mengaktifkan virtual host baru yang sudah kita buat. Untuk langkah langkah perintahnya adalah sebagai berikut:
#Menonaktifkan Virtual Host Default:
#Mengaktifkan Virtual Host Baru:
#Restart Service Apache2:
17. Lakukan uji coba dengan mengakses web server di browser dengan cara memasukkan alamat IP server di bilah alamat atau domain server. Jika tampilan halaman website muncul dengan benar, maka instalasi web server Apache2 sudah berhasil dilakukan.
Sampai disini, konfigurasi untuk instalasi web server Apache2 dan perubahan direktori root menuju direktori yang sesuai misalnya /home/shodik/ sudah berhasil kita lakukan. Selanjutnya, kita akan melanjutkan dengan mencoba melakukan instalasi web server Nginx.
Konfigurasi Web Server NGINX
1. Langkah pertama, kita perlu menghentikan layanan Apache2 terlebih dahulu, karena server tidak bisa menjalankan dua layanan web server yang berbeda secara bersamaan. Berikut adalah perintah untuk menghentikan service Apache2:
#Melihat Status Layanan Apache2
2. Setelah menghentikan layanan apache2, Selanjutnya kita akan menginstal paket Nginx. Untuk itu, Gunakan perintah berikut untuk melakukan instalasi Nginx:
3. Sebelumnya, pada konfigurasi Apache2, kita sudah mengubah direktori root dari /var/www/html ke /home/shodik. Kali ini, kita akan melakukan hal serupa pada web server Nginx. Untuk itu, kita perlu memindahkan file HTML bawaan Nginx dari /var/www/html ke direktori baru yang akan kita buat. Sebagai contoh, direktori root Nginx nantinya akan diletakkan di /var/www/srv-shodik/.
4. Selanjutnya, seperti sebelumnya, kita perlu mengubah izin pada direktori root baru ini agar bisa diakses untuk penulisan, pembacaan, dan eksekusi. Selain itu, kita juga perlu mengatur pemilik direktori /var/www/srv-shodik/ menjadi www-data (user default yang digunakan oleh Nginx untuk mengakses file). Berikut perintah yang digunakan:
# Merubah Pemilik menjadi www-data:
# Memberikan izin akses:
5. Jika ingin mengubah tampilan website, buka file index.nginx-debian.html menggunakan nano editor, lalu sesuaikan isinya sesuai keinginan. Dengan mengedit file ini, kita bisa mengatur teks, gambar, atau elemen lain yang akan ditampilkan pada halaman utama website.
6. Setelah merubah tampilan web server, kita akan menyalin server block default yang berada di direktori /etc/nginx/sites-available. Langkah pertama adalah masuk ke direktori tersebut, lalu menyalin server block default menggunakan perintah cp. Berikut adalah perintah-perintah yang akan digunakan:
#Masuk Direktori /etc/nginx/sites-available:
#Copy Server Block Default:

Disini, untuk penamaan file server block baru yang akan dibuat, sesuaikan dengan preferensi masing-masing.
7. Jika sudah membuat virtual host baru, Maka, kita akan membuka server block baru yang telah disalin tersebut menggunakan nano editor. Selanjutnya, pada bagian listen 80, hapus teks default_server agar tidak terjadi bentrok dengan server block default nantinya. Setelah itu, ubah bagian root menjadi /var/www/srv-shodik/. Untuk bagian server_name, kita bisa memasukkan alamat IP server atau, jika sudah memiliki domain, kita bisa menuliskan nama domain yang dimiliki.
8. Disini, kita akan membuat symlink untuk file server block baru ke direktori sites-enabled agar konfigurasi server block ini aktif. Untuk Perintahnya adalah sebagai berikut:
9. Setelah membuat symlink, Lakukan restart pada service Nginx agar konfigurasi yang sudah dilakukan dapat diterapkan. Untuk merestartnya, gunakan perintah berikut:
10. Lakukan pengujian dengan membuka web server Nginx di browser dengan cara memasukkan alamat IP server di bilah alamat atau domain server. Jika halaman website tampil dengan baik, maka proses instalasi web server Nginx dan perubahan direktori root ke /var/www/srv-shodik telah berhasil dilakukan.

























