Database Configuration on Debian12
System Administrasi | Databases on Debian 12
- Mengetahui apa itu Database?
- Mempelajari cara melakukan Konfigurasi Database Server.
Database Server adalah perangkat lunak atau sistem yang digunakan untuk menyimpan, mengelola, dan menyediakan akses data pada aplikasi atau pengguna yang memintanya. Database server memungkinkan data disimpan dengan cara yang terstruktur, sehingga mudah diakses, dimanipulasi, dan diatur sesuai kebutuhan. Ini berguna untuk berbagai aplikasi, dari situs web hingga aplikasi bisnis besar, yang memerlukan tempat penyimpanan data yang aman dan efisien.
MySQL dan MariaDB sebenarnya sangat mirip dan bahkan kompatibel satu sama lain. MariaDB adalah "fork" atau pengembangan dari MySQL, yang berarti ia berasal dari proyek yang sama tetapi dikembangkan secara terpisah oleh tim lain. MariaDB diciptakan untuk memastikan perangkat lunak database tetap gratis dan terbuka bagi komunitas. Dalam hal konfigurasi dan perintah dasar, keduanya hampir identik, sehingga keduanya dapat digunakan dengan langkah-langkah yang mirip di sebagian besar kasus.
c. Persiapan Pembelajaran
Dalam mempelajari pembahasan materi MariaDB Debian 12 pada VMware membutuhkan beberapa persiapan untuk memahami materi tersebut, persiapan yang dilakukan untuk memahami pembelajaran tersebut adalah desain topologi. Desain topologi yang digunakan pada materi ini yang akan digunakan adalah sebagai berikut:
Kemudian siapkan jaringan internet, hal ini perlu dilakukan agar pengunduhan dan instalasi sistem operasi berjalan dengan lancar.
d. Konfigurasi
1. Pertama, buka VMware. Kemudian, klik pada Server Debian yang kita miliki di Library. Aturlah Network dari Debian Server menjadi Bridged, sehingga server dapat terhubung ke internet. Setelah mengatur Network, jalankan Server Debian.
2. Pastikan server sudah terinstall SSH (Secure Shell) agar kita dapat meremote server dengan port 22. Kita dapat meremote dengan menggunakan Command Prompt dan jalankan perintah ssh(user)@(IP Address Server) untuk mengakses server dengan menggunakan SSH. Setelah itu, masukkan password untuk user kemudian masuk ke mode Superior (root) dengan memasukkan perintah su - dan masukkan password user root.
3. Sebelum menginstal atau meng-upgrade suatu service di server Linux, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memperbarui daftar paket terbaru dari repository. Caranya dengan menjalankan perintah: apt update
6. Selanjutnya kita perlu mengamankan database server untuk mencegah akses tidak sah dan kebocoran data, gunakan perintah mysql_secure_installation, ketika dijalankan maka kita akan dimintai password root untuk masuk, lalu kita akan disuguh kan beberapa pertanyaan diantaranya, yaitu seperti mengatur kata sandi root (jika belum diatur), kemudian menghapus pengguna anonymous.
8. Setelah menyelesaikan prosedur hardening awal melalui mysql_secure_installation, langkah selanjutnya adalah inisialisasi lingkungan database. Kita mengakses MariaDB shell dengan eksekusi command: mysql -u root -p, lalu kita akan diminta memasukkan pasword root yang telah ditentukan. Setelah masuk ke CLI MariaDB, kita dapat menjalankan berbagai perintah pada mysql ini.
9. Untuk membangun sistem penyimpanan data siswa yang mencakup informasi pribadi seperti nama, usia, kelas, dan alamat, langkah pertama yang perlu kita lakukan adalah membuat database baru melalui perintah CREATE DATABASE data_siswa;. Setelah database terbentuk, kita perlu membuat user khusus dengan menjalankan CREATE USER 'admin_siswa'@'localhost' IDENTIFIED BY 'password_kuat'; untuk memastikan akses yang terbatas dan aman. Selanjutnya, hak akses penuh terhadap database tersebut diberikan kepada user yang baru dibuat menggunakan perintah GRANT ALL PRIVILEGES ON data_siswa.* TO 'admin_siswa'@'localhost';. Terakhir, untuk mengaktifkan semua perubahan izin yang telah dilakukan, kita harus mengeksekusi perintah FLUSH PRIVILEGES; Implementasi ini tidak hanya memenuhi kebutuhan fungsional tetapi juga menerapkan prinsip keamanan dasar dalam manajemen database dengan membatasi akses hanya melalui user yang telah ditentukan dan menggunakan autentikasi yang kuat.
10. Untuk memastikan database data_siswa telah berhasil dibuat, jalankan perintah: SHOW DATABASES; Perintah ini akan menampilkan daftar seluruh database yang tersedia dalam sistem, termasuk database baru yang telah kita buat. Selanjutnya, untuk mulai bekerja dengan database tersebut, gunakan perintah: USE data_siswa; Indikator keberhasilan perintah USE dapat dilihat dari perubahan teks prompt MariaDB, di mana nama database (data_siswa) sekarang akan muncul di sebelah teks "MariaDB", menandakan bahwa kita telah aktif bekerja dalam konteks database tersebut.
11. Kita akan membuat tabel bernama daftar_siswa untuk menyimpan informasi siswa. Berikut cara membuatnya: Buat tabel dengan perintah:
CREATE TABLE daftar_siswa ( ID INT AUTO_INCREMENT PRIMARY KEY, Nama VARCHAR(100), Umur INT, Kelas VARCHAR(50), Alamat TEXT );
Penjelasan kolom:
- ID: Nomor unik untuk setiap siswa (terisi otomatis)
- Nama: Menyimpan nama siswa (maksimal 50 huruf)
- Umur: Menyimpan usia siswa (angka)
- Kelas: Menyimpan kelas siswa (maksimal 50 huruf)
- Alamat: Menyimpan alamat rumah siswa (bisa panjang)
Jika sudah kita dapat melakkan verifikasi tabel yang sudah dibuat dengan perintah: SHOW TABLES; Jika berhasil, nama tabel daftar_siswa akan muncul dalam daftar. Sekarang tabel siap digunakan untuk menyimpan data siswa.
12. Untuk mengisi data siswa ke dalam tabel yang telah dibuat, kita menggunakan perintah INSERT INTO. Perintah ini memungkinkan kita untuk memasukkan beberapa data sekaligus dalam satu eksekusi. Seperti contoh yang diberikan, kita memasukkan data tiga siswa yaitu Ahmad Rifqi Shodik, Muhammad Fai Nugraha, dan Agna Tri Khalidan. Masing-masing data berisi informasi lengkap berupa Nama (diisi sebagai string dalam tanda kutip), Umur (diisi sebagai angka integer), Kelas (string), dan Alamat (text). Kolom ID tidak perlu dimasukkan secara manual karena sudah dikonfigurasi sebagai AUTO_INCREMENT yang akan otomatis terisi nomor unik secara berurutan. Pesan konfirmasi yang muncul setelah eksekusi perintah menunjukkan bahwa ketiga data telah berhasil dimasukkan tanpa error.
e. Hasil Konfigurasi
Setelah proses konfigurasi selesai, kita bisa melakukan ujicoba terhadap konfigurasi yang sebelumnya dibuat, yaitu dengan cara melakukan verifikasi data yang sebelumnya dimasukkan ke dalam table, untuk lebih jelasnya sebagai berikut:
Untuk memverifikasi data yang sudah terinput, kita dapat menggunakan perintah SELECT * FROM daftar_siswa; yang akan menampilkan seluruh isi tabel dalam bentuk tabel hasil query. Dengan demikian, tabel daftar_siswa kini sudah terisi data dan siap untuk berbagai operasi database selanjutnya seperti query data, pembaruan data, atau manajemen data lainnya.
Kita dapat melakukan query yang lebih spesifik untuk menampilkan data siswa berdasarkan kriteria tertentu menggunakan WHERE. Berbeda dengan perintah SELECT biasa yang menampilkan semua data, teknik ini memungkinkan kita untuk memfilter informasi sesuai kebutuhan.
Contoh Implementasi:
Hanya mnampilkan Siswa Kelas XI TKJ B menggunakan perintah:
SELECT * FROM daftar_siswa WHERE Kelas = 'XI TKJ B';
Hasilnya akan menampilkan dua siswa:
- Ahmad Rifqi Shodik
- Agna Tri Khalidan
Hanya menampilkan Siswa Kelas XI TKJ A menggunakan perintah:
SELECT * FROM daftar_siswa WHERE Kelas = 'XI TKJ A';
Hasilnya hanya menampilkan satu siswa:
- Muhammad Fai Nugraha
Perbedaan dengan Query Sebelumnya:
- Sebelumnya (SELECT * FROM daftar_siswa): Menampilkan semua data tanpa filter
- Sekarang (dengan WHERE): Hanya menampilkan data yang memenuhi kondisi tertentu
Teknik ini sangat berguna ketika kita hanya membutuhkan informasi dari kelompok tertentu, seperti daftar siswa per kelas, tanpa harus melihat seluruh isi tabel. WHERE dapat dikombinasikan dengan operator lain untuk filter yang lebih kompleks.















