JADIKAN DIRIMU, OLEH DIRIMU SENDIRI!!!

19 Mei 2025

Control Panel Hosting on Debian12


 System Administrasi | Control Panel Hosting Debian 12 



a. Tujuan Pembelajaran
    Tujuan Pembelajaran yang dilaksanakan di praktik ini antara lain sebagai berikut:

  1. Mengetahui apa itu EHCP?
  2. Mempelajari cara melakukan Konfigurasi EHCP.
b. Materi Pembelajaran

    EHCP (Easy Hosting Control Panel) adalah sebuah control panel berbasis web yang digunakan untuk mengelola layanan hosting dengan mudah. EHCP memungkinkan pengguna untuk mengelola domain, database, akun email, FTP, dan berbagai fitur lainnya melalui antarmuka grafis berbasis web, tanpa harus menggunakan command line secara langsung.

Penjelasan lebih Kompleks:

  1. Open Source dan Gratis - EHCP bersifat open source, artinya siapa saja bisa mengunduh, menggunakannya, bahkan memodifikasinya sesuai kebutuhan tanpa biaya.

  2. Berbasis Linux - EHCP dirancang untuk berjalan di sistem operasi Linux, terutama di distribusi seperti Ubuntu dan Debian.

  3. Dukungan Multi-Domain dan Multi-User - EHCP memungkinkan pengguna untuk mengelola banyak domain sekaligus dalam satu panel. Selain itu, admin bisa membuat akun pengguna dengan hak akses tertentu, misalnya untuk reseller atau klien hosting.

  4. Manajemen Web Server Otomatis - EHCP dapat secara otomatis mengatur Apache atau Nginx, termasuk konfigurasi VirtualHost, sehingga domain yang ditambahkan langsung aktif tanpa konfigurasi manual.

  5. Pengelolaan Database MySQL - Dengan EHCP, pengguna bisa membuat, menghapus, atau mengelola database MySQL melalui antarmuka web, sering kali dengan integrasi phpMyAdmin.

  6. Manajemen Email & FTP - EHCP menyediakan fitur untuk membuat akun email menggunakan domain sendiri dan mendukung akses melalui webmail (misalnya Roundcube atau SquirrelMail). Selain itu, akun FTP bisa dibuat untuk mengelola file website.

  7. Kemudahan Instalasi - EHCP memiliki sistem instalasi yang cukup mudah, biasanya hanya dengan menjalankan satu perintah dalam terminal.

Kelebihan EHCP:

  • Gratis dan open source

  • Instalasi yang relatif mudah

  • Otomatis mengatur konfigurasi server

  • Mendukung multi-domain dan multi-user

Kekurangan EHCP:

  • Tidak sepopuler cPanel atau Webmin, sehingga dokumentasi dan komunitasnya lebih terbatas

  • Tidak memiliki banyak fitur lanjutan dibanding panel hosting lainnya seperti cPanel atau Plesk

  • Tidak selalu stabil di beberapa versi Linux terbaru

c. Persiapan Pembelajaran

    Dalam mempelajari pembahasan materi EHCP Debian 12 pada VMware membutuhkan beberapa persiapan untuk memahami materi tersebut, persiapan yang dilakukan untuk memahami pembelajaran tersebut adalah desain topologi. Desain topologi yang digunakan pada materi ini yang akan digunakan adalah sebagai berikut:

 Dalam mempelajari pembahasan materi tentang Database pada Debian 12 membutuhkan beberapa persiapan untuk memahami materi tersebut, seperti alat dan bahan yang dibutuhkan.

  1. PC/Laptop
  2. File ISO Debian 12 disini>
  3. VMWare Workstation PRO 17 atau Virtual Box disini>
  4. PuTTY disini>

 Kemudian siapkan jaringan internet, hal ini perlu dilakukan agar pengunduhan dan instalasi sistem operasi berjalan dengan lancar.

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengakses VPS yang telah Anda beli dengan menggunakan IP Publik yang tertera di dashboard akun Anda. Selanjutnya, lakukan login ke VPS dengan aplikasi remote seperti PuTTY, Command Prompt (CMD), atau MobaXterm.


Selanjutnya, lakukan konfigurasi dasar pada VPS, seperti mengubah identitas server atau hostname agar lebih mudah dikenali dan dikelola.

    Kemudian, lakukan konfigurasi pada file hosts untuk menambahkan Fully Qualified Domain Name (FQDN) dan hostname. Langkah ini bertujuan untuk memastikan resolusi nama domain bekerja dengan baik serta memudahkan identifikasi server dalam jaringan. 

    Selanjutnya, lakukan reboot pada server agar perubahan konfigurasi yang telah dilakukan dapat diterapkan sepenuhnya. Gunakan perintah berikut untuk me-restart sistem: systemctl reboot.


Tunggu hingga proses booting selesai. Setelah itu, lakukan login kembali ke server menggunakan IP Publik, serta username dan password yang telah dikonfigurasi sebelumnya, setelah berhasil masuk, periksa apakah perubahan hostname telah diterapkan dengan benar. Anda dapat mengeceknya menggunakan perintah berikut: hostnamectl

    Lakukan pembaruan daftar paket pada Ubuntu Server dengan menjalankan perintah apt update untuk memastikan sistem menggunakan daftar paket terbaru.


Instalasi EHCP (Easy Hosting Control Panel) akan menggunakan direktori /home sebagai path utama. Oleh karena itu, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah berpindah ke direktori home, Setelah berada di direktori yang /home, unduh paket instalasi EHCP menggunakan wget dengan menjalankan perintah berikut: wget -O ehcp.tgz www.ehcp.net/ehcp_2004.tgz 


Setelah file EHCP berhasil diunduh, langkah selanjutnya adalah mengekstraknya dengan menjalankan perintah: tar –zxvf ehcp.tgz


Setelah proses ekstraksi selesai, langkah berikutnya adalah masuk ke folder ehcp dan memulai proses instalasi dengan menjalankan perintah: ./install.sh

    

    Pada proses pertama/Stage 1 instalasi EHCP Anda dimintakan untuk mengklik enter untuk melanjutkan proses instalasi. Maka disini Anda klik Enter.

    Pada bagian ini adalah Outline dari instalasi EHCP atau beberapa paket yang akan Anda install. Maka disini Anda klik Enter, kemudian tunggu hingga instalasi selesai.  


Pada proses kedua/Stage 2, akan diminta konfirmasi lagi dengan mengklik Enter. Setelah itu tunggu hingga prosesnya selesai.


Pada bagian ini, Anda akan diminta untuk memberikan nama dan juga gmail, sesuaikan dengan preferensi masing-masing, kemudian jika sudah, maka pada bagian selanjutnya akan diminta untuk memberikan password untuk panel login ehcp admin. Sesuaikan password dengan preferensi masing-masing.


Selanjutnya, sistem akan meminta konfirmasi terkait hostname yang telah Anda konfigurasi sebelumnya. Jika hostname yang ditampilkan sudah benar, cukup tekan Enter atau biarkan kosong. Jika perlu mengubahnya, masukkan hostname yang diinginkan sesuai preferensi Anda.

Setelah itu, Anda akan diminta untuk mengonfirmasi IP Address yang akan digunakan. Jika IP yang ditampilkan bukan IP yang sesuai dengan server Anda, masukkan IP Address yang benar. Jika sudah sesuai, cukup tekan Enter untuk melanjutkan.

Selanjutnya, pilih bahasa yang akan digunakan dalam proses instalasi. Sebagai contoh, jika ingin menggunakan bahasa Inggris, masukkan "en" (English) dan tekan Enter untuk melanjutkan.

    Jika Anda menemui pertanyaan seperti ini yaitu ingin menginstal beberapa program tambahan yang tidak penting tetapi berguna untuk lingkungan hosting, Anda bisa menyesuaikannya dengan spesifikasi VPS yang Anda miliki, karena ini hanya sebagai percobaan, maka Anda bisa mimilih n(No).

NOTE: Jika setelah ini ada pertanyaan seputar openserver-ssh, Anda bisa biarkan Default saja

Maka pada bagian selanjutnya akan muncul opsi untuk mengonfigurasi database Roundcube menggunakan dbconfig-common. Pada tahap ini, pilih Yes untuk melanjutkan.


Pada bagian selanjutnya masukan password yang dinginkan untuk database roundcube.


Jika sudah, maka akan dimintakan konfirmasi untuk memasukan kembali password yang ingin dibuat sebelumnya.


Setelah konfigurasi database untuk Roundcube selesai, selanjutnya akan muncul opsi untuk mengonfigurasi database untuk phpMyAdmin. Pada tahap ini, pilih opsi Yes untuk melanjutkan.


Sama seperti sebelumnya, Pada bagian selanjutnya masukan password yang dinginkan untuk database phpmyadmin.


Jika sudah, maka akan dimintakan konfirmasi untuk memasukan kembali password yang ingin dibuat sebelumnya.


Selanjutnya, akan muncul pertanyaan mengenai web server yang akan digunakan untuk menjalankan phpMyAdmin secara otomatis. Pada bagian ini, pilih opsi Apache2.


Jika sudah, maka proses instalasi untuk ehcp sudah selesai. Disini untuk meverifikasinya dapat dengan mengunjungi IP Address Server pada laman browser.

    

    Buka Browser, kemudian masukan IP Address Server masing masing. Jika tampilannya seperti di gambar maka bisa dilanjutkan dengan memilih opsi Click here for the control panel on your server!


Selanjutnya akan muncul dashboard login kemudian disini masukan username admin dan password yang sudah dibuat sebelumnya pada saat proses instalasi.


Jika berhasil masuk ke tampilan ini, maka instalasi EHCP pada server sudah berhasil dilakukan.


Selanjutnya disini akan melakukan percobaan untuk membuat domain. Carannya yaitu dengan mengklik opsi add domain (all in one).


Pada tahap ini, sesuaikan nama DNS dengan yang Anda miliki. Karena ini merupakan konfigurasi all-in-one, sistem juga akan meminta untuk memasukkan nama user, user FTP, serta database. Jika sudah , klik opsi submit.


Jika muncul pesan Operation completed successfully!, maka penambahan domain melalui panel easy hosting sudah berhasil dilakukan.


Selanjutnya, untuk melihat list user panel maka dapat dengan memilih opsi List Panel Users.


Dapat terlihat bahwa panel pengguna untuk nama domain telah berhasil ditambahkan. Saat ini, jumlah pengguna masih 0, namun bisa diubah menjadi 1 sesuai kebutuhan. Untuk melakukan perubahan, pilih ikon pensil.


Pada bagian MaxPanelUser, ubah nilainya menjadi 1 untuk mengaktifkan pengguna panel. Selanjutnya, masukkan nama sesuai keinginan. Jika sudah, klik Submit untuk menyimpan perubahan.


Selanjutnya, verifikasi pada bagian Panel User untuk memastikan bahwa MaxPanelUser sudah berubah menjadi 1.


Langkah berikutnya adalah menghubungkan domain yang sebelumnya dibuat ke VPS. Untuk itu, kita perlu menambahkan A Record yang mengarah ke IP Public VPS di registrar domain layanan. 


Tunggu proses propagasi DNS ke IP VPS selama sekitar 15 menit hingga beberapa jam. Setelah itu, lakukan verifikasi akhir dengan memastikan bahwa domain yang dikonfigurasi sudah mengarah ke IP VPS. Caranya, coba lakukan ping ke domain tersebut dan pastikan respons yang diterima menunjukkan alamat IP VPS yang benar.


    Jika sudah melakukan penambahan domain pertama, maka bisa di lanjutkan dengan menambahkan domain kedua. Caranya yaitu dengan mengklik opsi Add Addon domain. Menu "Add Addon Domain" digunakan untuk menambahkan domain tambahan ke akun hosting yang sudah ada. Addon domain ini memungkinkan Anda meng-host beberapa domain dalam satu akun tanpa perlu membuat akun baru.


Pada bagian ini, akan diminta untuk membuat username dan password untuk FTP. Isi sesuai dengan preferensi masing-masing.


Pada bagian selanjutnya, masukan nama domain yang ingin ditambahkan. Setelah itu klik submit untuk menambahkan domain baru.


Jika muncul pesan Operation Completed Successfully!, maka domain kedua sudah berhasil ditambahkan.


Untuk memverifikasi, maka bisa dilihat dengan mengklik di bagian List Domain pada dashboard.


Pada bagian List Domains, bisa terlihat bahwa dua domain yang sebelumnya sudah dibuat muncul pada bagian list domain.


Sekarang, lakukan percobaan dengan menambahkan email account pada domain pertama. Untuk caranya yaitu dengan mengklik domain pertama pada bagian List domain. Nantinya email account yang ditambahkan ini akan coba diakses menggunakan web based email melalui squirrelmail.


Pada bagian ini, pilih opsi Add Email Address untuk menambahkan akun email baru untuk client.


Selanjutnya, tambahkan username, password dan autoreply subject sesuai dengan prefensi yang dinginkan. Jika sudah, klik opsi submit untuk menyimpan konfigurasi.


Jika berhasil melakukan penambahan email account untuk client , maka akan muncul pesan Operation Completed Successfully!.


Selanjutnya, akses web based email melalui squirrelmail dengan mengklik bagian squirrelmail pada dashboard.


Pada kolom login squirrelmail, masukan user dan password yang sudah dibuat. Setelah itu klik opsi login.


Jika sudah berhasil masuk ke tampilan awal squirrelmail, maka pilih opsi compose untuk mengirim pesan ke user lain.


Setelah itu, kirim pesan ke user kedua setelah itu beri subject dan pesan sebagai ujicoba pengiriman pesan. Setelah itu klik opsi send untuk mengirim pesan tersebut.


    Jika sudah, signout dari user pertama kemudian login kembali menggunakan user kedua pada kolom login squirrelmail.


Disini dapat terlihat bahwa pesan yang dikirim dari user pertama dapat muncul pada inbox di user kedua.


    Sekarang, Lakukan percobaan untuk melakukan instalasi wordpress pada domain. Untuk itu, tambahkan satu domain baru lagi dengan memilih easy add domain.

    Setelah itu , berikan nama domain dan password yang di inginkan. Jika sudah , klik opsi submit untuk menambahkan domain baru.

    Jika berhasil menambahkan domain baru, seperti biasa akan muncul pesan Operation Completed Successfully!.

    Selanjutnya kita akan melakukan penambahan database untuk wordpress. Untuk itu , pilih opsi Add MySQL Database & User.

    Jika sudah , berikan nama databse pada bagian dbname. setelah itu beri username dan password untuk databse yang ingin dibuat untuk wordpress. Klik Opsi submit untuk membuat databse baru.

    Setelah membuat database , maka kita perlu untuk mengunduh file wordpress. Untuk mendownloadnya bisa menggunakan link ini.

    Jika sudah , ekstrak file rar dari wordpress yang sudah diunduh agar bisa menjadi suatu direktori.

    Selanjutnya buka aplikasi ftp, sebagai contoh disini adalah winscp. Login menggunakan ip address server serta username dan password yang ada pada server tersebut.


    Sebelum itu , kita perlu mengubah izin akses direktori untuk vhost dari domain yang kita buat sebelumnnya agar bisa melakukan penghapusan ataupun penambahan file pada direktori tersebut. Gunakan perintah berikut:

chmod 777 path/to/directory

    Setelah itu , pada winscp arahkan pathnya ke /var/www/vhosts/nama.id/nama.id/httpdocs/ (sesuaikan pada path domain masing-masing.) Kemudian , hapus semua isi file yang ada di dalamnya.

    Lakukan upload pada seluruh file yang ada di direktori wordpress ke dalam path direktori domain tersebut untuk melakukan instalasi wordpress.

    Setelah semua file berhasil di upload, maka kita perlu melakukan perubahan pada wp-config.php agar disesuaikan databasenya sesuai dengan database yang sudah dibuat sebelumnnya. Klik opsi edit untuk melakukan perubahan pada wp-config.php.

    Lakukan perubahan pada bagian dbname ,dbuser dan db password pastikan disesuaikan dengan database yang sudah dibuat sebelumnnya. Jika sudah , jangan lupa untuk menyimpan perubahan tersebut.

    Jika sudah , kembalikan izin akses direktori seperti semula. Untuk carannya dapat dengan menggunakan perintah sebagai berikut:

chmod 755 /path/to/directory

Selanjutnya , kita perlu kembali ke control panel easy hosting kemudian klik ikon panah untuk keredirect kedalam domain yang sudah dibuat.

    Nantinya , akan muncul setup instalasi wordpress. Maka pada bagian ini selesaikan setup instalasi wordpress tersebut sesuai dengan preferennsi masing-masing.


Jika sudah menyelesaikan setup dari instalasi wordpress. Maka akan muncul tampilan sebagai berikut.