Mei 19, 2025 Ahmad Rifqi Shodik
System Administrasion | Virtual Private Server
a. Tujuan Pembelajaran
Tujuan Pembelajaran yang dilaksanakan di praktik ini antara lain sebagai berikut:
- Mengetahui apa itu Virtual Prrivate Server?
- Mempelajari cara membeli VPS.
- Mempelajari cara konfigurasi Virtual Private Server.
b. Materi Pembelajaran
VPS adalah singkatan dari Virtual Private Server. Ini adalah layanan hosting yang menggunakan teknologi virtualisasi untuk membagi satu server fisik menjadi beberapa server virtual. Setiap server virtual ini berfungsi secara independen, seolah-olah itu adalah server fisik terpisah, meskipun sebenarnya berbagi sumber daya dengan server fisik yang sama.
Analoginya:
Bayangkan sebuah server fisik sebagai gedung apartemen. Setiap apartemen di dalam gedung adalah VPS. Meskipun semua apartemen berada di gedung yang sama, setiap apartemen memiliki ruang, listrik, dan fasilitasnya sendiri yang tidak terganggu oleh penghuni lain.
Bagaimana Cara Kerja VPS?
VPS bekerja dengan menggunakan teknologi virtualisasi. Berikut adalah prosesnya:
Server Fisik: Ada satu server fisik yang memiliki sumber daya seperti CPU, RAM, dan penyimpanan.
Hypervisor: Sebuah perangkat lunak (seperti VMware, KVM, atau Hyper-V) digunakan untuk membagi server fisik ini menjadi beberapa bagian virtual. Hypervisor ini bertugas mengelola dan mengalokasikan sumber daya ke setiap VPS.
Isolasi: Setiap VPS diisolasi dari yang lain. Ini berarti setiap VPS memiliki sistem operasi, penyimpanan, dan sumber daya komputasi sendiri.
Akses Pengguna: Pengguna VPS mendapatkan akses penuh (root atau administrator) ke server virtual mereka, sehingga mereka dapat menginstal perangkat lunak, mengkonfigurasi server, dan melakukan perubahan lain sesuai kebutuhan.
Kelebihan VPS:
Performa Stabil – Sumber daya tidak terpengaruh oleh pengguna lain.
Akses Root Penuh – Bisa menginstal aplikasi dan mengatur server sesuai kebutuhan.
Keamanan Lebih Baik – Setiap VPS terisolasi, sehingga lebih aman dari serangan hacker atau masalah dari pengguna lain.
Skalabilitas – Bisa dengan mudah menambah sumber daya (RAM, CPU, storage) sesuai kebutuhan.
Bisa Digunakan untuk Banyak Hal – Hosting website, server game, VPN, database, bot Telegram, dan masih banyak lagi.
Kekurangan VPS:
Memerlukan Keahlian Teknis – Harus paham dasar sistem operasi, networking, dan manajemen server.
Lebih Mahal dari Shared Hosting – Tapi jauh lebih murah dibanding dedicated server.
Harus Dikelola Sendiri – Jika menggunakan unmanaged VPS, pengguna harus menangani update, keamanan, dan troubleshooting sendiri.
c. Persiapan Pembelajaran
Dalam mempelajari pembahasan materi Virtual Private Server membutuhkan beberapa persiapan untuk memahami materi tersebut, persiapan yang dilakukan untuk memahami pembelajaran tersebut adalah desain topologi. Desain topologi yang digunakan pada materi ini yang akan digunakan adalah sebagai berikut:
Dalam mempelajari pembahasan materi tentang Virtual Private Server membutuhkan beberapa persiapan untuk memahami materi tersebut, seperti alat dan bahan yang dibutuhkan.
Kemudian siapkan jaringan internet, hal ini perlu dilakukan agar pengunduhan dan instalasi sistem operasi berjalan dengan lancar.
d. Konfigurasi
Pembelian Domain
1. Lakukan pembelian domain melalui registrar, dalam contoh ini menggunakan IDCloudHost. Pertama, kunjungi situs web IDCloudHost, lalu cari nama domain yang kamu inginkan untuk memastikan apakah domain tersebut masih tersedia. Misalnya, kita akan menggunakan domain nataya.my.id. Jika domain tersebut tersedia, klik tombol Add to Cart untuk melanjutkan proses pembelian.
2. Setelah itu, kamu akan diarahkan ke halaman Domain Configuration. Di tahap ini, centang opsi DNS Management yang disediakan secara gratis. Jika sudah, klik tombol Continue untuk melanjutkan ke langkah berikutnya dalam proses pembelian.
3. Pastikan kamu sudah memiliki akun di situs IDCloudHost agar bisa melanjutkan ke tahap checkout dan menyelesaikan pembayaran domain.
Catatan: Pada langkah ini, saya mendapatkan domain seharga Rp2.000 karena menggunakan kode promo..
4.Selanjutnya, lakukan pembayaran sesuai dengan metode yang sudah kamu pilih sebelumnya, lalu klik tombol Pay Now untuk menyelesaikan proses pembelian domain.
5. Setelah pembayaran berhasil, status domain akan berubah menjadi Active di bagian My Domains.
Pembelian VPS
6. Setelah berhasil membeli domain, langkah selanjutnya adalah membeli VPS. Dalam contoh ini, kita akan menggunakan layanan dari Rumahweb. Pastikan kamu sudah memiliki akun dan login ke situs Rumahweb. Kemudian, lakukan deploy VPS dengan memilih paket yang diinginkan, mulai dari tier (kelas layanan), zona server, hingga sistem operasi (OS) yang ingin diinstal pada VPS.
7. Selanjutnya, tentukan hostname untuk VPS kamu, lalu konfirmasi paket VPS yang akan dibeli. Dalam contoh ini, lokasi server yang dipilih adalah TechnoVillage, karena VPS hanya digunakan untuk percobaan. Namun, jika kamu menginginkan performa yang lebih baik, kamu bisa memilih DCI (Data Center Indonesia) yang memiliki latensi lebih rendah, kecepatan akses lebih tinggi untuk pengguna di Indonesia, serta keamanan dan stabilitas yang lebih baik.
Perlu dicatat, memilih server DCI akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp10.000. Setelah semua pilihan dikonfirmasi, klik tombol Lanjut untuk menuju ke tahap pemilihan metode pembayaran.
8. Di bagian ini , akan ditanyakan apakah kita memerlukan faktur pajak. Lanjutkan ke bagian selanjutnya dengan mengklik Lanjut.
9. Setelah itu, pilih metode pembayaran yang diinginkan sesuai preferensi. Setelah metode pembayaran dipilih, lanjutkan ke proses pembayaran untuk menyelesaikan pembelian VPS.
10. Jika sudah, maka lakukan checkout pada vps menggunakan metode pembayaran yang sudah dipilih sebelumnnya.
11. Setelah menyelesaikan pembayaran VPS, masuk ke Clientzone Rumahweb, lalu buka menu VPS. Di halaman tersebut, VPS yang sudah kamu beli akan ditampilkan dengan status Active. Untuk mulai mengelola VPS, klik tombol Manage.
12. Pada halaman ini, Kita dapat melihat IP Public dari VPS serta root password, yang nantinya dapat digunakan untuk meremote VPS melalui aplikasi seperti PuTTY.
13. Pada halaman ini, Kita dapat melihat IP Public dari VPS serta root password, yang nantinya dapat digunakan untuk meremote VPS melalui Command Prompt.
14. Lakukan pembaruan daftar paket pada Ubuntu Server dengan menjalankan perintah apt update untuk memastikan sistem menggunakan daftar paket terbaru.
15. Disini , kita akan melakukan percobaan untuk melakukan instalasi web server apache2, Oleh karena itu, lakukan instalasi paket Apache2 dengan perintah:
apt install apache2
16. Lakukan verifikasi untuk memastikan bahwa layanan Apache2 sudah berjalan dengan menjalankan perintah:
systemctl status apache2
Jika layanan berjalan dengan normal, output yang ditampilkan akan menunjukkan status active (running), yang menandakan bahwa Apache2 telah berjalan tanpa masalah.
17. Selanjutnya, masukkan IP Public dari VPS ke dalam browser di perangkat klien. Jika halaman default dari Apache2 muncul, itu berarti web server telah berhasil terinstal dan berjalan dengan baik.
18. Sekarang, kita akan menambahkan A Record dari domain yang telah dibeli ke IP Public VPS, yang berfungsi untuk mengarahkan domain ke server VPS agar dapat diakses melalui internet. Untuk melakukannya, buka laman IDCloudHost, lalu navigasikan ke Domain > Manage DNS, kemudian klik ikon pensil untuk mengedit pengaturan DNS.
19. Selanjutnya, pada bagian A Record, arahkan ke IP Public VPS. Jika sudah, simpan perubahan dengan mengklik opsi Save Changes.
20. Jika A Record sudah ditambahkan, sebenarnya kita bisa menjadikan VPS sebagai DNS Server dengan menggunakan custom nameserver, sehingga bukan registrar yang menjalankan. Untuk mengubah nameserver dari DNS, navigasikan ke DNS > My Domains, lalu klik ikon tiga titik dan pilih opsi Manage Nameserver.
21. Di sini, custom nameserver dapat ditentukan sesuai keinginan. contohnya, Nameserver 1 dan Nameserver 2 diatur sebagai ns1.skyna.web.id dan ns2.skyna.web.id Jika ingin menggunakan custom nameserver, simpan perubahan dengan mengklik Change Nameservers.
22. Selanjutnya, tambahkan Glue Record (NS) untuk custom nameserver yang ingin digunakan, sebagai contoh disini yaitu ns1.rumahweb.com dan ns2.rumahweb.com.
23. Karena di sini saya ingin registrar saja yang mengelola DNS Server, maka pilih opsi Use Default Nameserver, lalu klik Change Nameservers untuk menyimpan perubahan.
24. Kembali ke Command Prompt, lalu jalankan perintah ping pada domain yang telah diarahkan ke IP Public VPS. Jika mendapatkan reply dari IP Public VPS, maka A Record telah berhasil ditambahkan dan domain sudah terhubung dengan server VPS.
25. Selanjutnya, kita juga dapat melakukan verifikasi melalui situs whatsmydns.net dengan mencari A Record dari domain yang telah dibeli. Pada halaman hasil pencarian, akan terlihat status propagasi DNS. Jika sebagian besar lokasi sudah tercentang (✔), maka berarti propagasi telah berjalan dengan baik dan domain sudah mulai dapat diakses secara global.
INSTALASI WORDPESS PADA VPS
26. Sekarang, kita akan melakukan instalasi WordPress pada VPS. Untuk itu, pertama-tama tambahkan user baru yang akan digunakan untuk mengelola instalasi WordPress dengan menjalankan perintah berikut: adduser (user)
27. Edit apache2.conf dengan perintah nano /etc/apache2/apache2.conf, ubah <Directory /var/www/> menjadi <Directory /home/shodik/>.
28. Salin virtual host default dengan perintah setelah itu maka kita dapat edit sesuai dengan kebutuhan.
29. Selanjutnya, edit virtual host dengan menggunakan nano editor lalu ubah ServerName menjadi domain yang sudah kita beli sebelumnnya. Gunakan subdomain www, Kemudian document rootnya arahkan ke home user masing-masing.
30. Aktifkan virtual host tersebut dengan menjalankan perintah a2ensite (virtualhost) kemudian reload service apache2 dengan perintah systemctl reload apache2 untuk menerapkan perubahan.
31. Selanjutnya, kita perlu menginstal database server dan phpMyAdmin. phpMyAdmin adalah alat berbasis web yang memudahkan pengelolaan database MySQL/MariaDB melalui antarmuka grafis, sehingga membantu konfigurasi dan administrasi database WordPress dengan lebih mudah. Untuk melakukan instalasi ini, gunakan perintah berikut: apt install mariadb-server mariadb-client phpmyadmin -y
32. Pada bagian ini, sistem akan menanyakan webserver mana yang ingin dikonfigurasi secara otomatis untuk phpMyAdmin. Karena kita menggunakan Apache2 sebagai web service, pilih opsi "Apache2" saat diminta memilih.
33. Selanjutnya, di bagian ini sistem akan menanyakan apakah kita ingin mengkonfigurasi database untuk phpMyAdmin dengan dbconfig-common. Pilih opsi "Yes" untuk melanjutkan ke langkah berikutnya.
34. Pada bagian ini, masukkan password yang nantinya akan digunakan sebagai password MySQL application untuk phpMyAdmin. Password ini akan menjadi kredensial akses untuk mengelola database melalui phpMyAdmin.
35. Selanjutnya, sistem akan meminta konfirmasi dengan memasukkan kembali password yang baru saja dibuat. Ini untuk memastikan tidak ada kesalahan pengetikan pada password yang telah dimasukkan sebelumnya.
36. Setelah instalasi selesai, langkah berikutnya adalah membuat user MySQL, membuat database, dan memberikan hak akses kepada user tersebut. Untuk melakukan hal ini, jalankan perintah berikut:
Untuk itu, kita perlu memulai MySQL:
mysql -u root -p
Setelah masuk ke MySQL, buat database untuk WordPress dengan perintah:
CREATE DATABASE wordpress_db;
Selanjutnya, buat pengguna database dengan perintah berikut:
CREATE USER 'wordpress_user'@'localhost' IDENTIFIED BY 'P@55word';
*Pastikan untuk mengganti kata sandi dengan kata sandi yang lebih aman.
Berikan hak akses kepada pengguna pada database yang telah dibuat:
GRANT ALL PRIVILEGES ON wordpress_db.* TO 'wordpress_user'@'localhost';
Jalankan perintah berikut untuk memastikan MySQL memperbarui hak akses:
FLUSH PRIVILEGES;
Setelah selesai, keluar dari MySQL dengan perintah:
QUIT;
37. Jika sudah berhasil melakukan konfigurasi database WordPress, perlu diperhatikan bahwa VPS yang digunakan saat ini menggunakan OS Debian 12. Oleh karena itu, diperlukan beberapa paket tambahan agar phpMyAdmin nantinya bisa diakses dengan baik. Paket-paket yang diperlukan adalah sebagai berikut:
apt install php libapache2-mod-php php-mysql php-mbstring php-zip php-gd php-json php-curl -y
38. Selanjutnya, kita perlu membuat symbolic link (symlink) untuk phpMyAdmin agar dapat diakses melalui browser. Hal ini dilakukan dengan menjalankan perintah berikut:
ln -s /etc/phpmyadmin/apache.conf /etc/apache2/conf-available/phpmyadmin.conf
39. Kemudian kita perlu mengaktifkannya pada apache2 menggunakan perintah a2enconf phpmyadmin, lalu jika sudah lakukan reload pada apache untuk menerapkannya menggunakan perintah systemctl reload apache2.
40. Selanjutnya, akses phpMyAdmin melalui browser dengan membuka alamat:
http://IP_Public_VPS/phpmyadmin
(Ganti IP_Public_VPS dengan alamat IP publik VPS Anda)
Setelah halaman phpMyAdmin terbuka, login menggunakan username dan password MySQL yang telah Anda buat sebelumnya.
41. Jika berhasil masuk ke dashboard phpMyAdmin, maka akan terlihat bahwa database WordPress yang sebelumnya telah dibuat sudah muncul dan dapat diakses.
42. Sekarang, kita akan mengunggah file WordPress ke direktori root web server (misalnya /home/shodik). Sebelum itu, ubah izin direktori tersebut agar memiliki akses penuh menggunakan perintah berikut: chmod 777-R /home/shodik/ Perintah ini memberikan izin penuh (read, write, execute) kepada semua pengguna (owner, group, dan others), sehingga kita bisa dengan mudah mengunggah dan memodifikasi file di dalamnya.
Catatan: Penggunaan chmod 777 hanya disarankan sementara saat proses instalasi. Setelah instalasi selesai, sebaiknya ubah kembali izin direktori untuk alasan keamanan.
43. Selanjutnya, buka aplikasi FTP seperti WinSCP, lalu unggah file WordPress ke direktori root. File WordPress dapat diunduh dari situs resminya. 44. Setelah mengunggah file WordPress, ubah nama file wp-config-sample.php menjadi wp-config.php, lalu edit file tersebut untuk mengonfigurasi koneksi database.
45. Jika sudah terbuka di notepad, maka untuk DB_NAME, DB_USER , DB_PASSWORD bisa disesuaikan dengan database yang sudah dibuat sebelumnnya di mysql VPS.
46. Jika sudah, akses domain yang telah dibeli melalui address bar. Jika halaman setup WordPress muncul, berarti instalasi berhasil. Lakukan konfigurasi sesuai preferensi masing-masing.
47. Jika berhasil masuk ke laman dashboard wordpress, maka instalasi wordpress pada VPS sudah cukup selesai sampai disini.