JADIKAN DIRIMU, OLEH DIRIMU SENDIRI!!!

20 Mei 2025

Share Hosting on Ubuntu 20



  System Administrasion | Share Hosting on Debian12 

a. Tujuan Pembelajaran
    Tujuan Pembelajaran yang dilaksanakan di praktik ini antara lain sebagai berikut:

  1. Mengetahui apa itu Shared Hosting?
  2. Mempelajari cara konfigurasi Shared Hosting pada Ubuntu 20.

b. Materi Pembelajaran

    Shared Hosting adalah jenis layanan hosting di mana satu server digunakan secara bersama-sama oleh beberapa pengguna. Dalam sistem ini, sumber daya server seperti CPU, RAM, dan bandwidth dibagi di antara semua akun yang menggunakan server tersebut.
    Shared Hosting cocok untuk website dengan skala kecil hingga menengah, seperti blog pribadi, website portofolio, atau toko online yang belum memiliki banyak pengunjung

Fakta tentang Web Hosting
  • Performanya dipengaruhi oleh penggunaan resource account hosting lainnya.
  • Konfigurasi Sangat Sederhana
  • Memiliki Biaya yang Lebih Murah
  • Resource Terbatas Sesuai Paket 

Keunggulan Shared Hosting

  • Biaya Terjangkau – Shared hosting biasanya lebih murah dibandingkan jenis hosting lainnya karena biaya server dibagi di antara banyak pengguna.
  • Mudah Digunakan – Penyedia layanan biasanya menyediakan control panel yang memudahkan pengelolaan website tanpa perlu keahlian teknis.
  • Manajemen Server Ditangani Penyedia – Tidak perlu khawatir soal pemeliharaan server, karena semua perawatan dilakukan oleh penyedia layanan hosting.

c. Persiapan Pembelajaran

    Dalam mempelajari pembahasan materi Shared Hosting membutuhkan beberapa persiapan untuk memahami materi tersebut, persiapan yang dilakukan untuk memahami pembelajaran tersebut adalah desain topologi. Desain topologi yang digunakan pada materi ini yang akan digunakan adalah sebagai berikut:

 
Dalam mempelajari pembahasan materi tentang Shared Hosting membutuhkan beberapa persiapan untuk memahami materi tersebut, seperti alat dan bahan yang dibutuhkan.

  1. PC/Laptop
  2. File ISO Ubuntu 20 disini>
  3. VMWare Workstation PRO 17 atau Virtual Box disini>
  4. PuTTY disini>

 Kemudian siapkan jaringan internet, hal ini perlu dilakukan agar pengunduhan dan instalasi sistem operasi berjalan dengan lancar.

d. Konfigurasi

1. Lakukan Konfigurasi IP Address virtual untuk interface kedua akan dilakukan pada ens38, sementara interface pertama (ens33) akan digunakan untuk koneksi internet.

File konfigurasi yang digunakan berada di /etc/netplan/00-installer-config.yaml. Berikut adalah konfigurasi yang digunakan untuk pengaturan IP Address:

network:
ethernets:
ens33:
dhcp4: no
addresses:
- 172.18.0.115/16
gateway4: 172.18.0.1
ens38:
  dhcp4: no
  addresses:
    - 101.101.101.15/24
    - 101.101.101.14/24
    - 101.101.101.24/24

2. Setelah menambahkan IP Address, jangan lupa untuk memasukan perintah netplan apply agar perubahan yang baru dapat di terapkan. Untuk verifikasi jalankan perintah ip address untuk melihat apakah ip address yang baru ditambahkan sudah dapat terlihat.'
netplan applyip address

3. Tentukan terlebih dahulu IP Address yang akan digunakan untuk domain. Sebagai contoh, berikut adalah skenario yang dapat digunakan:

4. Instal paket yang dibutuhkan, yaitu bind9 untuk DNS, Apache untuk web server, dan w3m untuk browsing berbasis terminal. Jalankan perintah berikut untuk melakukan instalasi.
apt install bind9 dnsutils apache2 w3m -y

5. Selanjutnnya, buka direktori /etc/bind kemudian tambahkan tiga zona domain dan satu domain ip (ARPA) pada file named.conf.local. Untuk konfigurasi yang ditambahkan pada file named.conf.local adalah sebagai berikut:

6. Jika sudah, maka bisa dilanjutkan dengan membuat file zona domain masing-masing kemudian juga tambahkan zona ip. Carannya yaitu dengan menyalin file zona domain default yaitu db.local dan db.127 untuk file zona ip default.

7. Buka file zona domain pertama (kessya.net). Sebagai contoh, nama file zona domain ini adalah kessya. Gunakan nano editor untuk mengedit file tersebut, lalu tambahkan A Record dan www. Setelah selesai, simpan perubahan di editor nano.

8. Buka file zona domain kedua (yumna.id). Sebagai contoh, nama file zona domain ini adalah yumna. Gunakan nano editor untuk mengedit file tersebut, lalu tambahkan A Record dan www. Setelah selesai, simpan perubahan di editor nano.

9. Selanjutnya, Buka file zona domain ketiga (shodik.org). Sebagai contoh, nama file zona domain ini adalah shodik. Gunakan nano editor untuk mengedit file tersebut, lalu tambahkan A Record dan www. Setelah selesai, simpan perubahan di editor nano.


10. Selanjutnya, Buka file zona domain keempat (nataya.com). Sebagai contoh, nama file zona domain ini adalah nataya. Gunakan nano editor untuk mengedit file tersebut, lalu tambahkan A Record dan www. Setelah selesai, simpan perubahan di editor nano.

11. Terakhir, tambahkan file zona ip untuk ketiga DNS yang dibuat. Pada zona ip ini ,tambahkan PTR record untuk masing-masing DNS yang ingin ditambahkan.

12. Selanjutnya, buka file named.conf.options pada /etc/bind setelah itu tambahkan nameserver nya berupa IP Gateway yang terhubung ke internet. 

13. Jika sudah, Lakukan restart pada service bind9 agar perubahan bisa diterapkan. Jalankan perintah service bind9 restart.

14. Selanjutnya, pada ubuntu server ketika kita ingin menambahkan dns pada resolv.conf maka ketika di reboot isi file dari resolv.conf akan hilang. Tetapi, sebagai percobaan disini kita akan menambahkan terlebih dahulu DNS pada resolv.conf agar nantinya bisa memverifikasi domain yang sudah dibuat.

15. Jika sudah, maka bisa dilanjutkan dengan melakukan verifikasi ping keempat domain masing-masing. Bila berhasil mendapatkan reply, maka konfigurasi domain sudah berhasil dilakukan.

16. Sekarang kita akan melakukan cara agar resolv.conf tidak hilang meskipun system di reboot. Untuk itu lakukan instalasi paket resolvconf dengan menjalankan perintah apt install resolvconf -y.

17. Selanjutya tambahkan DNS pada path file /etc/resolvconf/resolv.conf.d/head. Gunakan nano editor kemudian jangan lupa untuk menyimpan perubahan agar konfigurasi resolvconf dapat diterapkan.

18. Jalankan perintah resolvconf –enable-updates dan resolvconf -u untuk memperbarui dan menerapkan konfigurasi DNS yang telah dibuat.

19. Sekarang, lakukan penambahan IP Address server sebagai DNS di PC Client. Buka Panel IP Address kemudian tambahkan DNS secara manual.

20. Buka command prompt pada PC Client, kemudian lakukan verifikasi dengan melakukan ping ke masing-masing domain. Jika berhasil mendapatkan reply maka konfigurasi domain berhasil dilakukan.

21. Lakukan verifikasi juga dengan menjalankan perintah nslookup ke masing-masing domain, Pastikan berhasil mendapatkan reply.

22. Sekarang, konfigurasi web server Apache2 akan dilakukan untuk masing-masing klien. File HTML akan ditempatkan di /home, sehingga perlu menyesuaikan direktori default Apache.

Buka file konfigurasi dengan perintah berikut:


23. Setelah itu , Lakukan copy pada virtual host default menjadi virtual host domain baru. Gunakan perintah copy sebagai berikut:
cp 000-default.conf virtualhostbaru.conf

24. Buka file virtual host baru untuk domain pertama. Sebagai contoh, file ini bernama shodik.conf. Ubah bagian ServerName menjadi www.namadomain, lalu atur direktori root ke /home/shodik/. Setelah itu, simpan perubahan.

25.Sekarang, seperti sebelumnya, buka file virtual host baru untuk domain kedua. Sebagai contoh, beri nama file tersebut yumna.conf. Ubah bagian ServerName menjadi www.namadomain, lalu atur direktori root ke /home/yumna/. Setelah itu, simpan perubahan.

26.  Sekarang, seperti sebelumnya, buka file virtual host baru untuk domain ketiga. Sebagai contoh, beri nama file tersebut kessya.conf. Ubah bagian ServerName menjadi www.namadomain, lalu atur direktori root ke /home/kessya/Setelah itu, simpan perubahan.

27. Sekarang, seperti sebelumnya, buka file virtual host baru untuk domain keempat. Sebagai contoh, beri nama file tersebut nataya.conf. Ubah bagian ServerName menjadi www.namadomain, lalu atur direktori root ke /home/nataya/. Setelah itu, simpan perubahan.

28. Sekarang kita akan membuat user untuk masing masing client. Sebagai contoh disini user pertama adalah shodik. Jalankan perintah adduser untuk membuat user baru.

29. Jika Sudah, lanjutkan dengan membuat user kedua menggunakan perintah adduser. Masukan User yang di inginkan sebagai contoh disini adalah yumna.

30. Selanjutnya, buat user ketiga dengan menggunakan perintah adduser, lalu masukan username dan password yang dinginkan. Sebagai contoh disini adalah kessya.

31. Selanjutnya, buat user keempat dengan menggunakan perintah adduser, lalu masukan username dan password yang dinginkan. Sebagai contoh disini adalah nataya.

32. Jika sudah berhasil membuat keempat user, maka nantinya akan terbuat file direktori home untuk masing-masing user di /home. Nantinya kita akan taruh file html di masing masing direktori tersebut, agar bisa di gunakan untuk tampilan web server keempat domain.

33. Selanjutnya, copy file HTML default yang berada direktori /var/www/html kedalam direktori root masing masing virtual host yang sudah ditentukan sebelumnya. Gunakan perintah cp untuk mengcopy file html default.

34. Sekarang, ubah file HTML pada domain pertama agar menampilkan teks sesuai keinginan. Masuk ke direktori path root domain pertama dengan perintah cd /home/shodik, lalu edit file index.html meng

35. Untuk domain kedua, ubah file HTML agar menampilkan teks sesuai keinginan. Masuk ke direktori path root domain kedua dengan perintah cd /home/yumna, lalu edit file index.html menggunakan nano index.html. Sesuaikan isi file dengan preferensi, kemudian simpan perubahan di nano editor.

36. Begitu juga untuk domain ketiga, lakukan langkah serupa. Masuk ke direktori path root domain ketiga dengan perintah cd /home/kessya, kemudian buka file index.html dengan nano index.html. Ubah kontennya sesuai keinginan, lalu simpan perubahan sebelum keluar dari nano editor.

37. Untuk domain terkhir yaitu keempat, ubah file HTML agar menampilkan teks sesuai keinginan. Masuk ke direktori path root domain kedua dengan perintah cd /home/nataya, lalu edit file index.html menggunakan nano index.html. Sesuaikan isi file dengan preferensi, kemudian simpan perubahan di nano editor.

38. Terakhir, lakukan pengaktifan virtual host masing-masing dengan masuk ke directory /etc/apache2/sites-available lalu jalankan perintah a2ensite. Jika sudah, jalankan perintah systemctl reload apache2 agar perubahan dapat diterapkan dan virtual host bisa diaktifkan.

39. Sekarang, lakukan verifikasi dengan membuka browser pada klien, lalu kunjungi domain pertama (contoh: www.shodik.org). Jika konfigurasi berhasil, tampilan yang muncul akan sesuai dengan isi file HTML yang telah diubah sebelumnya.”

40. Selanjutnya, verifikasi domain kedua dengan membuka browser di klien, kemudian akses www.yumna.id Jika konfigurasi sudah benar, halaman yang tampil akan sesuai dengan perubahan yang telah dilakukan pada file HTML sebelumnya.

41. Lakukan hal yang sama untuk domain ketiga dengan mengunjungi www.kessya.net Jika tidak ada kesalahan dalam konfigurasi, maka halaman yang muncul akan menampilkan konten yang sudah disesuaikan pada index.html.

42. Lakukan hal yang sama pada domain yang terakhir yaitu yang keempat dengan mengunjungi www.nataya.com Jika tidak ada kesalahan dalam konfigurasi, maka halaman yang muncul akan menampilkan konten yang sudah disesuaikan pada index.html.