Mei 21, 2025 Ahmad Rifqi Shodik
System Administrasion | Zabbix Monitoring on Ubuntu 22
a. Tujuan Pembelajaran
Tujuan Pembelajaran yang dilaksanakan di praktik ini antara lain sebagai berikut:
- Mengetahui apa itu Zabbix Monitoring?
- Mempelajari cara konfigurasi dasar Zabbix.
b. Materi Pembelajaran
Zabbix adalah sebuah sistem monitoring open-source yang digunakan untuk memantau performa dan ketersediaan berbagai perangkat di jaringan, seperti server, router, switch, firewall, dan aplikasi. Dengan Zabbix, kita bisa mengetahui kondisi perangkat secara real-time, seperti penggunaan CPU, RAM, ruang penyimpanan, serta status layanan seperti web server atau database. Zabbix bekerja dengan cara mengumpulkan data dari perangkat yang dipantau melalui agen (Zabbix Agent) atau metode lain seperti SNMP dan API, lalu mengirimkan data tersebut ke Zabbix Server untuk dianalisis. Hasil monitoring ditampilkan dalam bentuk grafik, dashboard, dan laporan yang mudah dibaca. Jika terjadi masalah, misalnya server mati atau penggunaan memori terlalu tinggi, Zabbix bisa mengirimkan notifikasi otomatis melalui email, Telegram, atau media lainnya. Selain itu, Zabbix juga bisa menjalankan perintah otomatis sebagai respon terhadap kondisi tertentu. Karena fitur-fiturnya yang lengkap dan gratis, Zabbix sering digunakan oleh sysadmin dan tim IT untuk menjaga sistem tetap berjalan dengan baik.
c. Persiapan Pembelajaran
Dalam mempelajari pembahasan materi Zabbix Monitoring membutuhkan beberapa persiapan untuk memahami materi tersebut, persiapan yang dilakukan untuk memahami pembelajaran tersebut adalah desain topologi. Desain topologi yang digunakan pada materi ini yang akan digunakan adalah sebagai berikut:
Dalam mempelajari pembahasan materi tentang Zabbix Monitoring membutuhkan beberapa persiapan untuk memahami materi tersebut, seperti alat dan bahan yang dibutuhkan.
Kemudian siapkan jaringan internet, hal ini perlu dilakukan agar pengunduhan dan instalasi sistem operasi berjalan dengan lancar.
d. Konfigurasi
1. Pengguna siap menjalankan sistem operasi Ubuntu versi 22.04.5 LTS (Long Term Support). Lalu, pengguna mengakses dengan perintah ssh user@172.18.0.156 > masukkan kata sandi > berhasil masuk ke dalam sistem.
2. Jalankan perintah berikut:
wget https://repo.zabbix.com/zabbix/7.2/release/ubuntu/pool/main/z/zabbix-release/zabbix-release_latest_7.2+ubuntu22.04_all.deb

Ini adalah langkah penting sebelum menginstal komponen Zabbix. Dengan menjalankan perintah ini, sistem akan mengunduh paket Zabbix terbaru dan resmi dari repositori resmi. Langkah ini sangat penting agar proses instalasi dan konfigurasi Zabbix berjalan dengan lancar dan menggunakan versi yang benar.
3. Selanjutnya, ketik perintah ini:
dpkg -i zabbix-release_latest_7.2+ubuntu22.04_all.deb
Perintah dpkg -i digunakan untuk menginstal paket Debian secara manual. Di sini, paket yang diinstal adalah zabbix-release_latest_7.2+ubuntu22.04_all.deb, yaitu paket rilis Zabbix khusus untuk Ubuntu 22.04.
4. Selanjutnya, jalankan perintah:
Perintah apt update digunakan untuk menyegarkan daftar paket yang tersedia dari semua repositori yang sudah dikonfigurasi di sistem. Perintah ini tidak menginstal atau memperbarui paket apa pun, tapi hanya memperbarui “indeks” atau daftar paket yang bisa diinstal.
5. Selanjutnya, lakukan instalasi beberapa paket untuk Zabbix monitoring dengan perintah berikut:
apt install zabbix-server-mysql zabbix-frontend-php zabbix-apache-conf zabbix-sql-scripts zabbix-agent

Perintah ini berfungsi untuk menginstal komponen-komponen Zabbix di sistem Ubuntu, yaitu:
-
zabbix-server-mysql untuk server monitoring menggunakan database MySQL,
-
zabbix-frontend-php sebagai antarmuka web Zabbix,
-
zabbix-apache-conf untuk konfigurasi Apache agar mendukung Zabbix,
-
zabbix-sql-scripts berisi skrip database untuk MySQL,
-
dan zabbix-agent sebagai agen yang berjalan di perangkat yang dipantau.
Dengan perintah ini, kamu menyiapkan server monitoring, tampilan web, dan agen monitoring sekaligus.
6. Selanjutnya, jalankan perintah berikut:
apt install mariadb-server mariadb-client apache2 -y

Karena Zabbix membutuhkan database (dalam hal ini MariaDB) untuk menyimpan data, dan juga membutuhkan web server (Apache2) untuk menjalankan antarmuka webnya, menginstal kedua komponen ini adalah langkah yang wajib dilakukan terlebih dahulu. Perintah ini akan menginstal MariaDB sebagai database dan Apache2 sebagai web server secara otomatis.
7. Berikut langkah-langkah untuk mengatur database MariaDB untuk Zabbix:
- Login ke MariaDB sebagai user root dengan perintah
Lalu masukkan password root MariaDB saat diminta.- Setelah berhasil masuk, jalankan perintah pertama untuk membuat database Zabbix dengan karakter set utf8mb4 dan collation utf8mb4_bin:
create database zabbix character set utf8mb4 collate utf8mb4_bin;
- Perintah kedua untuk membuat user database baru bernama
zabbix yang hanya bisa mengakses dari localhost dan menggunakan password skyna.
create user zabbix@localhost identified by 'skyna';
Perintah ketiga untuk memberikan semua hak akses (privileges) pada database zabbix kepada user zabbix@localhost.
grant all privileges on zabbix.* to zabbix@localhost;
Perintah keempat untuk mengatur variabel global log_bin_trust_function_creators menjadi 1:
set global log_bin_trust_function_creators = 1;
8. Jalankan perintah berikut:
zcat /usr/share/zabbix/sql-scripts/mysql/server.sql.gz | mysql --default-character-set=utf8mb4 -uzabbix -p zabbix

Lalu masukkan password user zabbix saat diminta. Perintah ini berfungsi untuk mengimpor struktur database (tabel, indeks, dan lain-lain) serta data awal yang diperlukan oleh Zabbix Server ke dalam database zabbix di MariaDB. Jadi, perintah ini menyiapkan database agar siap digunakan oleh Zabbix.
9. Login ke MariaDB/MySQL sebagai user root dengan perintah:

Lalu masukkan password root. Setelah masuk, jalankan perintah berikut untuk mengembalikan nilai variabel log_bin_trust_function_creators ke nilai default (0):
set global log_bin_trust_function_creators = 0;
Terakhir, keluar dari MariaDB dengan perintah:
10. Buka editor teks nano untuk mengedit file konfigurasi Zabbix Server dengan perintah nano /etc/zabbix/zabbix_server.conf. Setelah file terbuka, cari bagian DBPassword. Jika ada tanda pagar (#) di depan baris DBPassword, hapus tanda pagar tersebut agar baris ini aktif, kemudian isi dengan password database yang sudah dibuat, misalnya DBPassword=skyna. Setelah selesai mengedit, simpan perubahan dan keluar dari nano dengan menekan tombol Ctrl + O, lalu tekan Enter, dan terakhir tekan Ctrl + X.
11. Gunakan perintah untuk me-restart dan mengaktifkan layanan zabbix-server, zabbix-agent, dan apache2 agar berjalan otomatis saat sistem menyala. Perintah yang digunakan adalah systemctl restart untuk me-restart layanan dan systemctl enable agar layanan tersebut aktif otomatis saat booting. Jika perintah ini berhasil dijalankan tanpa error, artinya layanan sudah aktif dan siap digunakan.
12. Buka situs Zabbix dengan alamat http://172.18.0.156/zabbix/setup.php. Jika berhasil mengakses halaman tersebut, tampilannya akan seperti gambar di bawah ini. Pada halaman awal ini, pengguna akan diminta untuk memilih bahasa default yang ingin digunakan sebelum melanjutkan ke langkah instalasi berikutnya.
13. Gambar tersebut menunjukkan tahap "Check of pre-requisites" dalam proses instalasi Zabbix 7.2 melalui antarmuka web. Pada tahap ini, semua persyaratan sistem seperti versi PHP, batas memori, ukuran maksimum file yang bisa diupload, waktu eksekusi maksimum, serta ekstensi PHP yang dibutuhkan (seperti bcmath dan mbstring) sudah terpenuhi dan ditandai dengan status “OK”.
14. Selanjutnya, konfigurasi koneksi database untuk instalasi Zabbix. Pilih tipe database MySQL, dengan host localhost, port diisi 0 (artinya menggunakan port default), dan nama database zabbix. Untuk username isi dengan zabbix dan masukkan password yang sudah dibuat (password disembunyikan). Setelah semua informasi terisi dengan benar, pengguna bisa melanjutkan proses instalasi dengan menekan tombol Next step.
15. Sekarang berada pada tahap Settings dalam proses instalasi Zabbix. Pada tahap ini, pengguna diminta untuk menentukan nama server Zabbix, yang diisi dengan "skyna - NMS". Selanjutnya, zona waktu default dipilih ke (UTC+07:00) Asia/Jakarta, yang sesuai dengan wilayah Indonesia bagian barat. Untuk tampilan antarmuka, dipilih tema default Dark agar lebih nyaman dilihat terutama di lingkungan dengan pencahayaan redup.
16. Selanjutnya adalah halaman Pre-installation Summary dalam proses instalasi Zabbix. Halaman ini berfungsi untuk meninjau kembali semua konfigurasi yang telah dilakukan sebelumnya, seperti informasi database, pengaturan server, zona waktu, dan tema antarmuka. Tujuannya adalah memastikan semua pengaturan sudah benar sebelum melanjutkan ke proses instalasi berikutnya. Jika semuanya sesuai, pengguna dapat menekan tombol Next step untuk melanjutkan.
17. Gambar di atas menunjukkan halaman terakhir dari proses instalasi Zabbix, yaitu halaman Install. Teks yang muncul berbunyi:
Congratulations! You have successfully installed Zabbix frontend.
Configuration file "conf/zabbix.conf.php" created.
Ini menandakan bahwa proses instalasi frontend Zabbix telah berhasil diselesaikan dan file konfigurasi yang diperlukan telah berhasil dibuat.
Langkah terakhir yang perlu dilakukan pengguna adalah mengklik tombol Finish untuk menyelesaikan proses instalasi dan mulai menggunakan Zabbix.

18. Setelah instalasi selesai, masuk ke Zabbix menggunakan user default dengan informasi berikut:
-
Username: Admin
-
Password: zabbix
Pastikan huruf A pada "Admin" menggunakan huruf kapital karena bersifat case-sensitive. Setelah berhasil login, kamu akan masuk ke dashboard utama Zabbix dan bisa mulai mengatur sistem monitoring sesuai kebutuhan.

19. Zabbix telah berhasil diinstal dan dijalankan. Sekarang kamu berada di halaman Global View, yaitu tampilan utama yang memberikan gambaran umum tentang sistem monitoring. Di halaman ini, kamu bisa melihat status host, event yang sedang terjadi, trigger yang aktif, serta statistik pemantauan secara keseluruhan—semua dalam satu tampilan ringkas dan informatif. Ini adalah titik awal untuk memantau dan mengelola seluruh infrastruktur yang terhubung dengan Zabbix.
20. Selanjutnya klik halaman User Profile dari akun Administrator Zabbix. Di halaman ini, kamu bisa melakukan berbagai pengaturan pribadi untuk akun, seperti mengganti bahasa, tema tampilan, dan zona waktu. Jika ingin membuat pengguna baru untuk menggantikan user default, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
- Masuk ke menu Administration > Users, lalu klik Create user untuk membuat akun baru.
- Namun, jika hanya ingin mengganti password akun yang sedang digunakan, kamu bisa masuk ke menu Profile > User, kemudian pada bagian Password, isi password baru, lalu klik Update untuk menyimpan perubahan.
21. Pertama, masukkan password saat ini di kolom "Current password". Selanjutnya, jika ingin mengganti password, masukkan password baru di kolom "Password", lalu ulangi password tersebut di kolom "Password (once again)".
22. Login kembali ke Zabbix menggunakan username dan password baru yang sebelumnya telah kamu atur. Langkah ini dilakukan sebagai uji coba untuk memastikan bahwa perubahan password berhasil dan dapat digunakan tanpa masalah. Jika berhasil masuk tanpa error, itu artinya password baru sudah aktif dan bisa digunakan untuk login ke sistem Zabbix. Jika gagal, pastikan tidak ada kesalahan pengetikan (typo) saat mengisi username atau password.

23. Saat ini berada di halaman antarmuka pengguna Zabbix. Untuk melihat grafik yang terkait dengan host, navigasikan ke menu Monitoring > Hosts > Graphs.

Di halaman ini, kamu bisa memilih host yang ingin kamu pantau, lalu melihat berbagai grafik seperti penggunaan CPU, memori, jaringan, dan metrik lainnya. Grafik-grafik ini sangat berguna untuk memantau performa dan kesehatan sistem secara visual dalam bentuk data yang mudah dipahami.
24. Nah pada menu Graphs ini kita bisa melakukan monitoring berdasarkan waktu yang kita mau, misalnya disini kita memonitoring per 30M.

25. Gambar tersebut menampilkan dua grafik pemantauan dari hasil monitoring menggunakan Zabbix. Grafik ini biasanya menunjukkan metrik penting seperti penggunaan CPU, penggunaan memori, lalu lintas jaringan, atau parameter lainnya yang dipantau dari host yang terdaftar. Melalui tampilan ini, pengguna dapat dengan mudah memantau performa sistem secara real-time, menganalisis tren, serta mendeteksi anomali atau gangguan pada infrastruktur yang dimonitor oleh Zabbix.

25. Dua gambar ini memberikan visualisasi tentang penggunaan ruang disk pada partisi root dan /boot di server Zabbix. Dari grafik tersebut terlihat bahwa masih tersedia ruang yang cukup banyak, artinya kapasitas penyimpanan pada kedua partisi tersebut masih aman dan belum mendekati batas maksimum pemakaian.
26. Gambar ini menampilkan grafik pemantauan lalu lintas jaringan pada interface ens33 di server Zabbix.
Grafik tersebut menunjukkan data seperti kecepatan pengiriman (upload) dan penerimaan (download) paket jaringan secara real-time. Dengan grafik ini, kamu bisa memantau performa jaringan, mendeteksi lonjakan trafik, serta mengidentifikasi potensi masalah atau bottleneck pada koneksi jaringan server.
27. Selanjutnya kita tambahkan target baru yaitu zabbix sever itu sendiri untuk kita monitoring, dengan cara ke menu Monitoring kemudian klik Hosts, nah pada bagian kanan atas terdapat opsi Create Host, kemudian isikan sesuai ketentuannya, pada Host Name misalnya isi zabbix-agent, pada bagian Host Group karena ini untuk monitoring zabbix itu sendiri maka kita pilih zabbix server, kemudian pada Interface Agent masukkan ip address dari zabbix monitoring ini, jika sudah klik add.
28. Kemudian kita tambahhkan secara manual pada sisi server, masuk ke server monitor zabbix kemudian edit menggunakan editor nano /etc/zabbix/zabbix_agentd.conf, kemudian tambahkan pada bagian Server=127.0.0.1, IP_ZABBIX_SERVER
29. Selanjutnya kita tambahkan juga pada bagian ServerActive=127.0.0.1, IP_ZABBIX_SERVER dan Hostname=nama-host-yang sebelumnya kita tambahkan.
30. Untuk memverifikasinya kita bisa lihat pada indikator Availability yang berwarna hijau, ini menandakan kita dapat melakukan monitoring terhadapnya.
31. Gambar tersebut menampilkan dua grafik pemantauan dari hasil monitoring menggunakan Zabbix. Grafik ini biasanya menunjukkan metrik penting seperti penggunaan memori dan apache request. Melalui tampilan ini, pengguna dapat dengan mudah memantau performa sistem secara real-time, menganalisis tren, serta mendeteksi anomali atau gangguan pada infrastruktur yang dimonitor oleh Zabbix.
32. Selanjutnya kita tambahkan kembali target baru yaitu Linux sever yang mempunyai webserver apache2 untuk kita monitoring, dengan cara ke menu Monitoring kemudian klik Hosts, nah pada bagian kanan atas terdapat opsi Create Host, kemudian isikan sesuai ketentuannya, pada Host Name misalnya isi client, pada bagian Host Group karena ini untuk monitoring apache2 ubuntu maka kita pilih Linux Server, kemudian pada Interface Agent masukkan ip address dari zabbix monitoring ini, jika sudah klik add.
31. Kemudian kita tambahhkan secara manual pada sisi server, masuk ke server monitor zabbix kemudian edit menggunakan editor nano /etc/zabbix/zabbix_agentd.conf, kemudian tambahkan pada bagian Server=IP_ZABBIX_SERVER
32.Selanjutnya kita tambahkan juga pada bagian ServerActive=IP_ZABBIX_SERVER dan Hostname=nama-host-yang sebelumnya kita tambahkan.
33. Untuk memverifikasinya kita bisa lihat pada indikator Availability yang berwarna hijau, ini menandakan kita dapat melakukan monitoring terhadapnya.
34. Gambar tersebut menampilkan dua grafik pemantauan dari hasil monitoring menggunakan Zabbix. Grafik ini biasanya menunjukkan metrik penting seperti penggunaan memori dan apache request. Melalui tampilan ini, pengguna dapat dengan mudah memantau performa sistem secara real-time, menganalisis tren, serta mendeteksi anomali atau gangguan pada infrastruktur yang dimonitor oleh Zabbix.
35. Setelah menambahkan host di zabbix, status Available akan berubah menjadi 3 yang berarti host tersebut dapat kita lakukan monitoring.