Zabbix Monitoring on Ubuntu 22
System Administrasion | Zabbix Monitoring on Ubuntu 22
- Mengetahui apa itu Zabbix Monitoring?
- Mempelajari cara konfigurasi dasar Zabbix.
Zabbix adalah sebuah sistem monitoring open-source yang digunakan untuk memantau performa dan ketersediaan berbagai perangkat di jaringan, seperti server, router, switch, firewall, dan aplikasi. Dengan Zabbix, kita bisa mengetahui kondisi perangkat secara real-time, seperti penggunaan CPU, RAM, ruang penyimpanan, serta status layanan seperti web server atau database. Zabbix bekerja dengan cara mengumpulkan data dari perangkat yang dipantau melalui agen (Zabbix Agent) atau metode lain seperti SNMP dan API, lalu mengirimkan data tersebut ke Zabbix Server untuk dianalisis. Hasil monitoring ditampilkan dalam bentuk grafik, dashboard, dan laporan yang mudah dibaca. Jika terjadi masalah, misalnya server mati atau penggunaan memori terlalu tinggi, Zabbix bisa mengirimkan notifikasi otomatis melalui email, Telegram, atau media lainnya. Selain itu, Zabbix juga bisa menjalankan perintah otomatis sebagai respon terhadap kondisi tertentu. Karena fitur-fiturnya yang lengkap dan gratis, Zabbix sering digunakan oleh sysadmin dan tim IT untuk menjaga sistem tetap berjalan dengan baik.
c. Persiapan Pembelajaran
Dalam mempelajari pembahasan materi Zabbix Monitoring membutuhkan beberapa persiapan untuk memahami materi tersebut, persiapan yang dilakukan untuk memahami pembelajaran tersebut adalah desain topologi. Desain topologi yang digunakan pada materi ini yang akan digunakan adalah sebagai berikut:
Kemudian siapkan jaringan internet, hal ini perlu dilakukan agar pengunduhan dan instalasi sistem operasi berjalan dengan lancar.
d. Konfigurasi
wget https://repo.zabbix.com/zabbix/7.2/release/ubuntu/pool/main/z/zabbix-release/zabbix-release_latest_7.2+ubuntu22.04_all.debIni adalah langkah penting sebelum menginstal komponen Zabbix. Dengan menjalankan perintah ini, sistem akan mengunduh paket Zabbix terbaru dan resmi dari repositori resmi. Langkah ini sangat penting agar proses instalasi dan konfigurasi Zabbix berjalan dengan lancar dan menggunakan versi yang benar.
dpkg -i zabbix-release_latest_7.2+ubuntu22.04_all.deb
apt updateapt install zabbix-server-mysql zabbix-frontend-php zabbix-apache-conf zabbix-sql-scripts zabbix-agent
Perintah ini berfungsi untuk menginstal komponen-komponen Zabbix di sistem Ubuntu, yaitu:
-
zabbix-server-mysql untuk server monitoring menggunakan database MySQL,
-
zabbix-frontend-php sebagai antarmuka web Zabbix,
-
zabbix-apache-conf untuk konfigurasi Apache agar mendukung Zabbix,
-
zabbix-sql-scripts berisi skrip database untuk MySQL,
-
dan zabbix-agent sebagai agen yang berjalan di perangkat yang dipantau.
Dengan perintah ini, kamu menyiapkan server monitoring, tampilan web, dan agen monitoring sekaligus.
6. Selanjutnya, jalankan perintah berikut:
apt install mariadb-server mariadb-client apache2 -y- Login ke MariaDB sebagai user root dengan perintah
mysql -uroot -p- Setelah berhasil masuk, jalankan perintah pertama untuk membuat database Zabbix dengan karakter set utf8mb4 dan collation utf8mb4_bin:
create database zabbix character set utf8mb4 collate utf8mb4_bin;- Perintah kedua untuk membuat user database baru bernama
zabbixyang hanya bisa mengakses dari localhost dan menggunakan passwordskyna.
create user zabbix@localhost identified by 'skyna';Perintah ketiga untuk memberikan semua hak akses (privileges) pada databasezabbixkepada userzabbix@localhost.
grant all privileges on zabbix.* to zabbix@localhost;Perintah keempat untuk mengatur variabel globallog_bin_trust_function_creatorsmenjadi 1:
set global log_bin_trust_function_creators = 1;zcat /usr/share/zabbix/sql-scripts/mysql/server.sql.gz | mysql --default-character-set=utf8mb4 -uzabbix -p zabbix
Lalu masukkan password user zabbix saat diminta. Perintah ini berfungsi untuk mengimpor struktur database (tabel, indeks, dan lain-lain) serta data awal yang diperlukan oleh Zabbix Server ke dalam database zabbix di MariaDB. Jadi, perintah ini menyiapkan database agar siap digunakan oleh Zabbix.
9. Login ke MariaDB/MySQL sebagai user root dengan perintah:
mysql -uroot -pLalu masukkan password root. Setelah masuk, jalankan perintah berikut untuk mengembalikan nilai variabel log_bin_trust_function_creators ke nilai default (0):
set global log_bin_trust_function_creators = 0;
quit;nano /etc/zabbix/zabbix_server.conf. Setelah file terbuka, cari bagian DBPassword. Jika ada tanda pagar (#) di depan baris DBPassword, hapus tanda pagar tersebut agar baris ini aktif, kemudian isi dengan password database yang sudah dibuat, misalnya DBPassword=skyna. Setelah selesai mengedit, simpan perubahan dan keluar dari nano dengan menekan tombol Ctrl + O, lalu tekan Enter, dan terakhir tekan Ctrl + X.Congratulations! You have successfully installed Zabbix frontend.
Configuration file "conf/zabbix.conf.php" created.
Ini menandakan bahwa proses instalasi frontend Zabbix telah berhasil diselesaikan dan file konfigurasi yang diperlukan telah berhasil dibuat.
Langkah terakhir yang perlu dilakukan pengguna adalah mengklik tombol Finish untuk menyelesaikan proses instalasi dan mulai menggunakan Zabbix.
18. Setelah instalasi selesai, masuk ke Zabbix menggunakan user default dengan informasi berikut:
-
Username:
Admin -
Password:
zabbix
Pastikan huruf A pada "Admin" menggunakan huruf kapital karena bersifat case-sensitive. Setelah berhasil login, kamu akan masuk ke dashboard utama Zabbix dan bisa mulai mengatur sistem monitoring sesuai kebutuhan.
20. Selanjutnya klik halaman User Profile dari akun Administrator Zabbix. Di halaman ini, kamu bisa melakukan berbagai pengaturan pribadi untuk akun, seperti mengganti bahasa, tema tampilan, dan zona waktu. Jika ingin membuat pengguna baru untuk menggantikan user default, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
- Masuk ke menu Administration > Users, lalu klik Create user untuk membuat akun baru.
- Namun, jika hanya ingin mengganti password akun yang sedang digunakan, kamu bisa masuk ke menu Profile > User, kemudian pada bagian Password, isi password baru, lalu klik Update untuk menyimpan perubahan.
23. Saat ini berada di halaman antarmuka pengguna Zabbix. Untuk melihat grafik yang terkait dengan host, navigasikan ke menu Monitoring > Hosts > Graphs.
Di halaman ini, kamu bisa memilih host yang ingin kamu pantau, lalu melihat berbagai grafik seperti penggunaan CPU, memori, jaringan, dan metrik lainnya. Grafik-grafik ini sangat berguna untuk memantau performa dan kesehatan sistem secara visual dalam bentuk data yang mudah dipahami.
24. Nah pada menu Graphs ini kita bisa melakukan monitoring berdasarkan waktu yang kita mau, misalnya disini kita memonitoring per 30M.
25. Gambar tersebut menampilkan dua grafik pemantauan dari hasil monitoring menggunakan Zabbix. Grafik ini biasanya menunjukkan metrik penting seperti penggunaan CPU, penggunaan memori, lalu lintas jaringan, atau parameter lainnya yang dipantau dari host yang terdaftar. Melalui tampilan ini, pengguna dapat dengan mudah memantau performa sistem secara real-time, menganalisis tren, serta mendeteksi anomali atau gangguan pada infrastruktur yang dimonitor oleh Zabbix.
25. Dua gambar ini memberikan visualisasi tentang penggunaan ruang disk pada partisi root dan /boot di server Zabbix. Dari grafik tersebut terlihat bahwa masih tersedia ruang yang cukup banyak, artinya kapasitas penyimpanan pada kedua partisi tersebut masih aman dan belum mendekati batas maksimum pemakaian.
26. Gambar ini menampilkan grafik pemantauan lalu lintas jaringan pada interface ens33 di server Zabbix.
Grafik tersebut menunjukkan data seperti kecepatan pengiriman (upload) dan penerimaan (download) paket jaringan secara real-time. Dengan grafik ini, kamu bisa memantau performa jaringan, mendeteksi lonjakan trafik, serta mengidentifikasi potensi masalah atau bottleneck pada koneksi jaringan server.




















































































